PKK Kalsel dan DP3AKB Perkuat Gerakan Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual

Sosialisasi PKK Kalsel dan DP3AKB tentang perlindungan anak dari kekerasan seksual di Banjarmasin

Sosialisasi menekankan peran keluarga sebagai garda terdepan dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak

Banjarmasin, borneoinfonews.com – Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi “Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual”. Kegiatan ini mengusung tema Peran PKK dalam Mencegah dan Menangani Tindak Kekerasan Seksual.

Selain itu, kegiatan tersebut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak dari ancaman kekerasan seksual yang masih menjadi persoalan serius.

Staf Ahli TP PKK Provinsi Kalsel, Gusti Muhammad, menyampaikan sambutan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin. Ia menegaskan bahwa anak merupakan amanah yang harus tumbuh dalam lingkungan aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

“Anak-anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Namun, ancaman kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius yang memerlukan tindakan nyata,” ujarnya di Banjarmasin, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, ia menegaskan bahwa kekerasan seksual tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis jangka panjang. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Lebih lanjut, ia menekankan peran orang tua dalam memberikan edukasi, perlindungan, dan pengawasan kepada anak. Ia juga mendorong PKK menjadi garda terdepan dalam edukasi hingga tingkat akar rumput.

Di sisi lain, Kepala DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah, menegaskan bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus dilindungi bersama. Ia menyoroti masih tingginya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan terdekat anak.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa perlindungan anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau aparat hukum, tetapi juga tanggung jawab utama keluarga sebagai benteng pertama.

Lebih lanjut, ia mendorong orang tua untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak agar mereka berani melapor jika mengalami hal yang tidak pantas. Ia juga menekankan pentingnya edukasi tubuh pribadi sejak dini.

Dengan demikian, DP3AKB dan TP PKK Kalsel berharap gerakan ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat dalam melindungi anak. Mereka juga mendorong sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah.

“Melalui gerakan Keluarga Indonesia Lindungi Anak, kita bangun lingkungan yang zero tolerance terhadap kekerasan pada anak,” pungkasnya. (bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *