Banjarbaru, Borneoinfonews.com — Sejumlah pengendara di Banjarbaru sempat terkejut saat dihentikan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bersama mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), Senin (05/05/2025) sore. Banyak yang mengira tengah terjadi razia, padahal mereka hanya diminta berpartisipasi dalam survei wawancara tepi jalan (road side interview) untuk mengumpulkan data transportasi di wilayah Banjarbaru. Kegiatan ini turut dibantu oleh petugas Kepolisian Banjarbaru demi kelancaran dan keamanan pelaksanaannya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari PKL mahasiswa Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) tahun 2025, yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru. Kepala Dishub Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah, melalui Koordinator PKL, Bayu Satria Mulia, menjelaskan bahwa survei ini adalah salah satu rangkaian kegiatan mahasiswa dalam mendukung pengembangan transportasi darat di masa mendatang.
“Survei road side interview ini kami laksanakan sebagai bagian dari PKL mahasiswa STTD. Mereka adalah calon tenaga perhubungan yang nantinya berperan penting dalam merancang dan mengembangkan sistem transportasi,” ujar Bayu.

Tujuan utama kegiatan ini, lanjutnya, adalah mengidentifikasi permasalahan transportasi yang ada di Banjarbaru. “Data yang terkumpul akan digunakan untuk merumuskan solusi serta rekomendasi kebijakan guna meningkatkan sistem transportasi di kota ini,” tambahnya.
Survei dilakukan di enam titik strategis di Kota Banjarbaru, yaitu:
- Depan Q Mall (akses dari Martapura),
- Depan KCG (dari arah Banjarmasin),
- Jalan di kawasan Sungai Ulin,
- Titik di Trisakti,
- Perbatasan Bati-Bati.
Di setiap titik, pengendara diminta memberikan informasi terkait pergerakan dan volume lalu lintas menuju Banjarbaru. Hasil survei ini akan membantu menganalisis pola pergerakan kendaraan dan menjadi dasar perumusan kebijakan pengaturan lalu lintas yang lebih efektif.

Bayu Satria Mulia juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah bersedia berpartisipasi. “Kami sangat berterima kasih kepada para pengendara yang sudah meluangkan waktu untuk survei ini. Data yang mereka berikan akan sangat bermanfaat dalam penyusunan kebijakan transportasi yang lebih baik bagi Banjarbaru,” ujarnya.
Selain survei road side interview (RSI), para mahasiswa PKL ini juga melaksanakan survei traffic count (TC) untuk memantau volume lalu lintas, serta survei angkutan guna mendapatkan gambaran menyeluruh terkait kondisi transportasi di Banjarbaru.
“Salah satu fokus data yang kami kumpulkan adalah volume lalu lintas sebagai gambaran kondisi eksisting saat ini. Nantinya, data ini akan dianalisis untuk membantu memproyeksikan pertumbuhan transportasi dan penduduk di Kalimantan Selatan dalam beberapa tahun ke depan,” jelas Bayu.

Dengan melibatkan total 16 mahasiswa, kegiatan PKL ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat untuk mendukung perencanaan dan perbaikan sistem transportasi di Banjarbaru.(bin/rasyad)
