Buaya Raksasa Muncul di Sungai Rangkang, Warga Satiruk Cemas: Sungai Jadi Jalur Vital Kehidupan Sehari-hari

Kotawaringin Timur, bornoinfonews.com – Warga Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, digegerkan kemunculan seekor buaya berukuran sangat besar di Sungai Rangkang pada Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 07.06 WITA. Rekaman video singkat yang disampaikan Andy, salah satu warga setempat, memperlihatkan buaya berdiam di tepi sungai. Saat melintas di sungai menggunakan perahu ces, Andy melihat sosok buaya tersebut lalu merekamnya singkat dengan ponsel.

Menurut Andy, buaya itu diperkirakan memiliki panjang lebih dari 10 meter, bahkan lebih panjang dibanding perahu ces milik warga yang rata-rata berukuran 7 meter.

“Waktu saya lewat pakai ces, tiba-tiba terlihat buaya besar di tepi sungai. Besarnya luar biasa, mungkin lebih dari 10 meter. Jelas lebih panjang dari ces. Saya langsung rekam dengan HP, soalnya ini sangat jarang terlihat dan bisa membahayakan kami,” ungkap Andy.

Andy juga menyampaikan, sepanjang tahun ini sudah ada dua kejadian serangan buaya di wilayah Hanaut. Peristiwa pertama merenggut korban jiwa, sementara kejadian kedua sekitar 2–3 bulan kemudian mengakibatkan korban harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka-luka.

“Sekitar dua bulan lalu juga pernah ditemukan seekor buaya mati dengan mulut terlilit jaring ikan milik nelayan,” tambahnya.

Seekor buaya ditemukan mati dengan mulut terlilit jaring ikan nelayan di wilayah Hanaut, sekitar dua bulan lalu. Foto: Istimewa

Sungai Rangkang merupakan jalur vital bagi warga Satiruk. Selain sebagai jalur utama menuju kebun dan ladang, sungai ini juga menjadi akses penting menuju Kota Samuda yang hanya bisa dicapai dengan menyeberang menggunakan getek atau feri.

Tak hanya itu, sungai ini juga menjadi tempat masyarakat mencari ikan, mandi, mencuci, hingga berwudhu. Keberadaan buaya raksasa di kawasan tersebut membuat warga semakin resah dan khawatir dengan keselamatan mereka.

Warga kini berharap pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan untuk mengatasi ancaman predator tersebut sebelum memakan korban lagi.
(Bin/rasyad)

Warga menunjukkan buaya yang ditemukan mati dua bulan lalu, mulutnya terlilit jaring ikan nelayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *