UBL dan UNIVSM Buka Program S2 Komputer PJJ Pertama di Kalimantan

JAKARTA, borneoinfonews.com – Langkah besar diambil Universitas Budi Luhur (UBL) bersama Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) dalam upaya memajukan pendidikan tinggi di Kalimantan. Kedua kampus resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) untuk membuka Program Magister Ilmu Komputer (S2 Komputer) melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dipusatkan di Kampus UNIVSM Balangan, Kalimantan Selatan, pada 27 Oktober 2025.

Kolaborasi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Banua Anam dan sekitarnya. Selain memberi akses langsung pada program pascasarjana berkualitas, kerja sama ini juga memperkuat posisi UNIVSM sebagai pusat pengembangan pendidikan teknologi informasi di Kalimantan. Penandatanganan dilakukan di Ruang Rapat Rektorat UBL, Jakarta, dalam suasana penuh semangat kolaboratif.

Rektor UNIVSM, Abdul Hamid, S.Kom., M.M., M.Kom, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli di bidang TIK.

“Program PJJ ini bukan sekadar solusi, tapi terobosan. Kami ingin menghadirkan standar akademik unggul UBL ke Kalimantan sekaligus memperkuat kapasitas dosen dan institusi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UBL, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari misi pemerataan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

“Melalui PJJ, kami ingin memastikan siapa pun di Kalimantan bisa mengakses pendidikan berkualitas tanpa batas jarak. Kami ingin melahirkan profesional TIK yang siap bersaing di tingkat nasional,” jelasnya.

Penandatanganan MOA ini turut disaksikan jajaran pimpinan kedua universitas. Dari UBL hadir Prof. Agus Setyo Budi bersama Dr. Deni Mahdiana, Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, Dr. Ahmad Solichin, dan Dr. Rusdah. Sementara dari UNIVSM hadir Abdul Hamid didampingi Budi Riyanto Prabowo, M.Kom, serta para dosen Fakultas Sains dan Teknik.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pemerataan pendidikan berbasis teknologi di Kalimantan, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk menembus dunia digital global. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *