MARTAPURA, borneoinfonews.com – Siaran langsung TikTok ruang pelayanan desa berujung teguran terbuka. Seorang perempuan yang disebut sebagai perangkat Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, terekam melakukan live di sela jam kerja hingga menuai sorotan warganet.
Sebuah video yang menampilkan perempuan tersebut kemudian viral di media sosial. Dalam video yang beredar, ia terlihat melakukan siaran langsung dari Ruang Pelayanan Desa Awang Bangkal Barat. Aktivitas itu memicu perhatian publik dan mendapat teguran dari sejumlah akun, salah satunya akun bernama Dinas Pengawasan Kalsel yang diduga dikelola oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Selatan.
Video tersebut diunggah ulang oleh akun TikTok @khalampeso.camate pada Jumat (23/1/2026). Teguran disampaikan langsung melalui kolom komentar saat siaran langsung berlangsung.
“Peringatan tegas kepada seluruh ASN/PNS/P3K serta pegawai yang menerima gaji dari anggaran negara agar tidak melakukan siaran langsung (live) di jam kerja. Terima kasih. @DINAS PENGAWASAN KAL-SEL,” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahan.
Berdasarkan keterangan pada video, siaran langsung itu dilakukan sekitar pukul 08.16 Wita dan disaksikan sedikitnya oleh 78 akun lain yang turut aktif memberikan komentar. Dalam siaran tersebut, perempuan itu terlihat berinteraksi dengan penonton serta menjawab sejumlah pertanyaan.
Tak lama berselang, akun bernama TikTok Indonesia turut memberikan peringatan agar yang bersangkutan tidak melakukan siaran langsung di jam kerja. Teguran itu disampaikan karena perempuan tersebut diduga bertugas di bagian pelayanan masyarakat.
“Peringatan keras ASN/PNS dilarang live waktu jam kerja!” tulis akun tersebut.
Menanggapi peringatan tersebut, perempuan itu menyatakan bahwa dirinya bukan berstatus ASN maupun PNS.
“Kami ini bukan ASN, kami perangkat desa saja,” ujarnya dalam siaran langsung.
Meski demikian, teguran kembali disampaikan oleh akun Dinas Pengawasan Kalsel melalui kolom komentar.
“PERINGATAN TEGAS!! Kepada seluruh ASN agar tidak melakukan siaran langsung (live) pada jam kerja,” tulis akun tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Awang Bangkal Barat maupun instansi terkait mengenai peristiwa tersebut.(bin/rasyad)
