Puluhan tanglong bernuansa Islami dan tabuhan musik tradisional memeriahkan malam Salikur di Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru.
Banjarbaru, borneoinfonews.com – Ribuan warga Banjarbaru memadati Lapangan dr. Murdjani pada Sabtu (14/3/2026) malam untuk menyaksikan Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pesona Elok Ramadan, yang digelar untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memeriahkan malam-malam suci Ramadan (Salikur).
Festival yang kembali diselenggarakan oleh Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru menampilkan puluhan tanglong hias yang dirangkai di atas mobil dan sepeda motor. Deretan tanglong dipamerkan secara statis di kawasan Balai Kota Banjarbaru, menghadirkan berbagai ornamen Islami dan budaya lokal yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan.
Selain tanglong, Bagarakan Sahur menghibur pengunjung dengan tabuhan musik tradisional khas sahur. Alunan bedug, drum, dan alat perkusi lainnya menambah semarak suasana malam Salikur, sekaligus memberikan nuansa religius yang kental.

Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif, Riandy Hidayat, mengatakan festival ini merupakan kelanjutan dari program rutin Pesona Elok Ramadan yang bertujuan menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat serta memberi manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM.
“Antusiasme warga sangat tinggi, terutama pada malam Salikur. Tahun ini ada 31 peserta tanglong dan 19 peserta Bagarakan Sahur, semua berasal dari berbagai kelurahan di Kota Banjarbaru,” ujarnya.
Hasil Juara Festival Tanglong 2026:
- Juara Favorit: Nomor 13 – Rp 2,5 juta
- Juara 3: Nomor 04 – Rp 2 juta
- Juara 2: Nomor 14 – Rp 3 juta
- Juara 1: Nomor 19 – Rp 5 juta

Hasil Juara Festival Bagarakan Sahur 2026:
- Juara Favorit: Nomor 11, Bangkal Bersatu, Kelurahan Bangkal – Rp 2,5 juta
- Juara 3: Nomor 01, Karang Taruna Cahaya Muda Bakti, Kelurahan Mentaos – Rp 2 juta
- Juara 2: Nomor 08, Kelurahan Landasan Ulin Timur – Rp 3 juta
- Juara 1: Nomor 09, Grup Tuntung Pandang, Kelurahan Loktabat Utara – Rp 5 juta

Berbeda dengan festival tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini tidak menggelar arak-arakan di jalan, untuk menjaga ketertiban dan memudahkan pengawasan. Tanglong hanya dipamerkan secara statis, sementara musik sahur menghibur ribuan pengunjung.
Riandy menambahkan, seluruh kegiatan telah menyesuaikan arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarbaru, termasuk penggunaan lampu dan sound system yang aman dan terkendali.
“Festival ini menggabungkan nilai religi, budaya, kreativitas, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa terus digelar di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (bin/rasyad)
Berikut beberapa dokumetasi kegiatan: – Foto: Rasyad









