Hilirisasi jadi kunci, pemerintah dorong nilai tambah SDA melalui kajian akademisi dan sinergi lintas sektor
BANJARMASIN, borneoinfonews.com – Ambisi mengejar pertumbuhan ekonomi 8,1 persen mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memaksimalkan potensi unggulan daerah. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan hilirisasi batubara akan menjadi “game changer” dalam transformasi ekonomi Banua.
Hal tersebut disampaikan usai memimpin High Level Meeting (HLM) Transformasi Ekonomi di kediaman pribadinya di Banjarmasin, Rabu (29/4/2026) malam.
Menurut Muhidin, selama ini batubara sebagai sektor dominan masih dijual dalam bentuk mentah, sehingga belum memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian daerah.
“Selama ini batubara kita dijual dalam bentuk mentah. Hari ini kita membahas bagaimana jika dilakukan hilirisasi, termasuk kemungkinan menjadikannya sebagai pupuk. Kita minta dihitung secara matang, mana yang lebih menguntungkan, baik dari sisi ekonomi maupun pasar,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pemerintah menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, termasuk peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat, yang memaparkan berbagai potensi pengolahan batubara menjadi produk bernilai tambah.
Tak hanya itu, diskusi juga mencakup inovasi lain seperti pemanfaatan material batuan untuk pengolahan air bersih, yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan lebih lanjut.
Muhidin menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendalami aspek teknis, keekonomian, hingga potensi pasar dari setiap inovasi yang ditawarkan.
Menurutnya, langkah hilirisasi harus berbasis perhitungan yang komprehensif agar dapat diimplementasikan secara realistis oleh pelaku usaha.
“Semua harus dihitung dengan matang. Jangan sampai hanya jadi wacana, tapi benar-benar bisa dijalankan dan memberi dampak nyata bagi ekonomi daerah,” tegasnya.
Kegiatan HLM ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, perwakilan Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan diikuti seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis potensi unggulan.
Dengan hilirisasi sebagai fokus utama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis batubara tidak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (bin)
