Banjarbaru, borneoinfonews.com — Usai resmi dilantik sebagai Wali Kota Banjarbaru periode 2025–2030, Erna Lisa Halaby tidak langsung menggelar konferensi pers panjang seperti lazimnya. Ia tampak terburu-buru meninggalkan lokasi pelantikan untuk melanjutkan sejumlah agenda pribadi dan dinas, salah satunya berkunjung ke makam keluarga dan menuju rumah dinas Wali Kota Banjarbaru.
Namun, sebelum bertolak, Lisa menyempatkan diri memberikan pernyataan kepada awak media terkait prioritasnya usai pelantikan.
“Kami memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan anugerah-Nya. Alhamdulillah, pelantikan kami berdua, Lisa–Wartono, berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Agenda Lanjutan: Retreat Kepala Daerah di IPDN
Lisa mengungkapkan bahwa setelah pelantikan, dirinya akan langsung bertolak ke Bandung untuk mengikuti kegiatan retreat kepala daerah di IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), yang dijadwalkan berlangsung hingga 26 Juni 2025.
“Sebenarnya hari ini ada pemeriksaan kesehatan juga, tapi kami sudah izin ke Wamen (Wakil Menteri Dalam Negeri). Sesampainya di sana nanti sore, saya akan langsung mengikuti agenda yang sudah dijadwalkan,” jelasnya.
Lisa juga menyebut bahwa Wakil Wali Kota Wartono kemungkinan tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut karena urusan keluarga. Beberapa kepala daerah lainnya juga disebut tidak bisa hadir dalam kegiatan retreat ini.
100 Hari Kerja: Fokus Lingkungan, Sungai, dan Infrastruktur
Dalam kesempatan tersebut, Lisa menegaskan bahwa program 100 hari kerja sudah disusun dan siap dijalankan setibanya ia kembali ke Banjarbaru.
“Yang menjadi prioritas pertama adalah normalisasi sungai. Kita akan lakukan pengerukan bersama dinas dan SKPD terkait. Banyak endapan dan sampah yang harus segera dibersihkan,” tegasnya.
Selain itu, Lisa juga menyoroti penataan kabel liar di sepanjang jalan utama Kota Banjarbaru yang dinilainya tidak layak untuk kota modern.
“Ciri kota maju adalah tata kelola infrastrukturnya. Kabel-kabel yang seliweran, terutama di Jalan Ahmad Yani, harus segera ditertibkan. Kita sudah undang PLN, Telkom, PDAM, dan penyedia layanan lainnya. Semua harus kita rapikan bersama,” tambahnya.
Lisa menegaskan bahwa penertiban akan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, termasuk rencana untuk penanaman kabel bawah tanah ke depan.

Atensi Terhadap Prostitusi Terselubung
Menanggapi isu mencuatnya kembali aktivitas prostitusi di sejumlah titik Kota Banjarbaru, Lisa menyampaikan bahwa pihaknya akan bersinergi dengan aparat penegak hukum.
“Insya Allah, kami dari pemerintah akan bekerja sama dengan aparat lainnya. Nanti kami akan turun langsung ke lapangan, memastikan tempat-tempat yang tidak berizin segera ditertibkan,” ucapnya.
Lisa juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan pendekatan yang terintegrasi dalam menjaga ketertiban kota.
Dengan semangat tinggi, Lisa menegaskan komitmennya untuk langsung turun ke lapangan dan memastikan seluruh program prioritas dapat dijalankan dengan cepat dan efektif. Ia menyampaikan bahwa kerja nyata akan dimulai begitu dirinya kembali dari kegiatan retreat nasional.
“Insya Allah, sambil jalan, kita arahkan yang mana bisa dilaksanakan dulu. Kita tidak ingin menunggu terlalu lama,” pungkasnya. (bin/Rasyad).
