KERTAK HANYAR, borneoinfonews.com – Grup WhatsApp mendadak geger, Sabtu (5/9/2026) malam. Informasi adanya kebakaran di belakang Daihatsu, Jalan A. Yani km 7, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, beredar sekitar pukul 21.18 WITA.
Informasi tersebut kemudian membuat sejumlah relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) terdekat bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi.
Namun, setibanya di lokasi, situasinya ternyata berbeda dari informasi yang beredar.
Tidak ada bangunan Daihatsu yang terbakar. Api justru berasal dari pembakaran kayu bekas dan sisa material bangunan di area belakang samping kiri bengkel Daihatsu, dekat gudang di sekitar area coffee shop.
Petugas Daihatsu Sempat Terkejut
Iqbal, petugas keamanan Daihatsu, mengaku terkejut ketika sejumlah unit pemadam tiba di lokasi.
Menurutnya, pihak Daihatsu tidak mengetahui adanya laporan kebakaran tersebut. Setelah melihat situasi, ia mengetahui api berasal dari area dekat gudang coffee shop.
“Itu membakar kayu bekas sisa bangunan. Kami tadi tidak tahu apa-apa, makanya sempat terkejut,” jelas Iqbal.
Ia mengatakan, pagar di area Daihatsu sebelumnya sudah ditutup. Namun, akses kemudian dibuka setelah unit pemadam tiba.
“Kita sudah tutup pagar. Namun, karena ada unit pemadam, ya kami buka aksesnya. Kan tidak enak juga,” katanya.
Iqbal menyebut jumlah unit yang datang tidak terlalu banyak. Kondisi di sekitar lokasi juga sudah aman.
“Tidak terlalu banyak juga tadi, mungkin ada beberapa unit saja. Selebihnya sudah aman,” tambahnya.
Pekerja Ikut Menangani Api
Rangga, pekerja Cafe Lokale yang berada di sekitar lokasi, membenarkan bahwa api berasal dari pembakaran kayu bekas dan sisa material bangunan.
Menurutnya, pembakaran dilakukan dengan pengawasan. Pihak pekerja juga ikut menangani api ketika kondisinya mulai terlihat cukup besar.
“Saat itu memang kami sedang membakar sisa sampah bangunan. Ada yang menjaga supaya api tetap aman. Karena mungkin apinya cukup besar dan melebar, dari jauh terlihat seperti kebakaran,” jelasnya.
Api kemudian ditangani hingga kondisi di sekitar lokasi kembali aman. Kehadiran sejumlah unit BPK juga memastikan situasi tidak berkembang menjadi kebakaran bangunan.
Api Sempat Terlihat dari Kejauhan
Api yang cukup besar dan terlihat dari kejauhan diduga menjadi pemicu munculnya informasi mengenai kebakaran.
Padahal, berdasarkan keterangan di lokasi, tidak ada bangunan yang terbakar. Api berasal dari pembakaran kayu bekas sisa bangunan.
Peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana kondisi api yang terlihat dari kejauhan dapat menimbulkan kesalahpahaman, terutama ketika informasi awal langsung beredar melalui grup percakapan.
Tetap Waspada Saat Membakar
Petugas kepolisian Polsek Kertak Hanyar yang juga datang ke lokasi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah atau sisa material, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.

Pembakaran tetap membutuhkan pengawasan. Api dapat menyebar apabila terkena angin atau material lain yang mudah terbakar.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan lokasi pembakaran aman dan tidak berada terlalu dekat dengan bangunan maupun benda mudah terbakar.
Informasi Kebakaran Harus Diverifikasi
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa informasi kebakaran perlu disampaikan secara akurat.
Laporan awal memang penting agar respons dapat dilakukan dengan cepat. Namun, informasi yang belum terverifikasi juga dapat menimbulkan kepanikan dan membuat sejumlah unit pemadam bergerak ke lokasi yang ternyata bukan kebakaran bangunan.
Sebelum meneruskan informasi melalui WhatsApp maupun media sosial, masyarakat sebaiknya memastikan lokasi, kondisi api, serta kebenaran informasi tersebut.
Kecepatan informasi memang penting. Tetapi akurasi jauh lebih penting, agar kepanikan tidak menggantikan fakta.
(bin/rasyad)
