Total 25 inovasi kini menopang penguatan tata kelola internal, percepatan pelayanan perizinan, serta promosi dan pengawasan investasi daerah.
PARINGIN, borneoinfonews.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Balangan terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan inovasi. Hingga 2026, sebanyak 18 inovasi baru telah dihadirkan sehingga total inovasi yang dikembangkan instansi tersebut mencapai 25 program.
Berbagai inovasi itu menyasar tiga aspek utama, yakni pembenahan tata kelola internal berbasis digital, peningkatan pelayanan perizinan, serta promosi dan pengawasan investasi daerah. Pada sektor internal, DPMPTSP mengembangkan Si Gitar V.2 untuk pengelolaan arsip digital, Simpan untuk persuratan, ASINAN GANAL MANIS untuk administrasi kepegawaian, E-Buta sebagai buku tamu elektronik, serta Rajin Bercalek untuk rekapitulasi perizinan berusaha. Sementara itu, Merit Berkah dan PADANG LARON diarahkan untuk mendukung optimalisasi pendapatan daerah.
Pada pelayanan publik, masyarakat dapat memanfaatkan Lapak Jiwa untuk konsultasi perizinan, Si Cantik untuk layanan terpadu, PUITIS untuk penerbitan otomatis perizinan berusaha berbasis risiko, serta DISCO untuk mengetahui persyaratan perizinan melalui pemindaian barcode. DPMPTSP juga menghadirkan E-Madu MPP sebagai kanal pengaduan, SISUKA MELI MPP untuk survei kepuasan daring, dan MPP Menyapa sebagai sarana informasi layanan. Adapun di bidang investasi, terdapat Daku Pentas, Terasa Singkat, SIPPENTAS berbasis WebGIS, serta PAPARAZI untuk pemetaan pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Balangan, Akhriani, Senin (2/11/2026), mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen instansinya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melayani. “Kami ingin setiap proses, baik di internal maupun dalam melayani masyarakat dan pelaku usaha, berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Inovasi-inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan dan dari ide para pegawai kami sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan tata kelola juga menjadi bagian dari langkah DPMPTSP Balangan setelah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) untuk menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Seluruh inovasi akan terus dipantau, dievaluasi, dan dikembangkan agar manfaatnya dirasakan masyarakat, sejalan dengan moto pelayanan DPMPTSP Balangan, SIMPATIK.
(borneoinfonews/Adv)
