Banjarbaru, borneoinfonews.com – Banjarbaru, borneoinfonews.com –Sebanyak 23 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama instansi pariwisata se-Kalimantan Selatan dengan total sekitar 700 peserta memadati Amanah Borneo Park, Banjarbaru, dalam gelaran Jambore Pokdarwis Kalsel 2025, Rabu–Kamis (1–2 Oktober 2025).
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan tarian kolosal dan prosesi pemecahan mayang sebagai tanda dimulainya jambore. Sambutan resmi Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Syarifuddin, yang menegaskan Pokdarwis adalah ujung tombak pariwisata berbasis masyarakat.
“Pokdarwis tidak hanya sebagai penggerak destinasi, tetapi juga penjaga budaya, lingkungan, serta pemberdaya ekonomi lokal. Momentum jambore ini mari kita jadikan semangat untuk memperkuat pariwisata Banua,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Syarifuddin juga menyinggung potensi besar yang dimiliki Kalsel, mulai dari Geopark Meratus yang telah diakui UNESCO Global Geopark, wisata alam, budaya, hingga wisata halal dan ramah muslim yang terus berkembang. Menurutnya, tantangan terbesar ke depan adalah menjaga keberlanjutan pengakuan UNESCO, sekaligus mengoptimalkan potensi wisata agar mampu bersaing dengan daerah lain seperti Bali dan Yogyakarta.
Dengan mengusung tema “Bekerja Bersama, Merangkul Semua Menuju Transformasi Pariwisata Kalsel yang Berkelanjutan dan Mendunia”, Jambore Pokdarwis kali ini menghadirkan puluhan pokdarwis se-kalimantan Selatan, di antaranya: Pokdarwis Kahung Raya Desa Belangian, Pokdarwis Pesona Riam Kanan, Pokdarwis Bina Lestari, Pokdarwis Mayang Sari Jeram Alam Roh 17, Pokdarwis Putra Bulu Awang Bangkal Barat, Pokdarwis Pahyangan Desa Rantau Balai, Pokdarwis Damar Tulah Paramasan Atas, Pokdarwis Palawangan Awang Bangkal Timur, Pokdarwis Sukses Bersama Desa Lok Tanah, Pokdarwis Baintan Berseri Lok Baintan, Pokdarwis Putri Galuh Mandin Mandangsai, Pokdarwis Kelampayan Ulu Makam Datu Palampayan, Pokdarwis Kahelaan, Pokdarwis Janda Beranak Tiga, Pokdarwis Paau, Pokdarwis Batu Laba, Pokdarwis Danau Tamiyang, Pokdarwis Bukit Bandangan Padang Panjang, Pokdarwis Makam Kindu MUI Sungai Tabuk, Pokdarwis Sungai Rangas Tengah, Pokdarwis Benteng Oranje Nassau, Pokdarwis Monumen ALRI Desa Paku Alam, dll.
Selain seminar dan diskusi, kegiatan juga diramaikan dengan outbound, zumba pagi, hiburan musik, serta pembagian hadiah. Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan menegaskan jambore ini diharapkan mampu memperkuat jejaring antar-Pokdarwis, meningkatkan kualitas SDM pengelola wisata, serta mendorong pengembangan pariwisata berbasis digital dan berkelanjutan di Banua.(bin/Rasyad)
