Oesman Sapta: 17 Juta Suara Rakyat Hilang di Pemilu

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Ketua Umum Partai Hanura, Dr. Oesman Sapta Odang (OSO), menyoroti hilangnya jutaan suara rakyat pada Pemilu 2024 akibat ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Isu itu disampaikannya dalam sambutan pelantikan DPD Hanura Kalimantan Selatan, Senin (3/11/2025) malam.

“Sekitar 17,35 juta suara rakyat yang hilang karena tidak terkonversi menjadi kursi di parlemen. Itu kedaulatan suara rakyat yang terbuang,” ujar OSO.

Ia menjelaskan, Hanura bersama beberapa partai lain kini memperjuangkan penerapan ambang batas nol persen (PT 0%) untuk Pemilu 2029. Tujuannya, agar tidak ada lagi suara masyarakat yang tidak diakui akibat ketentuan perolehan suara minimum.

Baca Juga: Sayed Jafar Siap Bangun Hanura Kalsel Lebih Solid: “Kami Ingin Sejajar dengan Partai Besar”

Menurut OSO, perjuangan ini bukan hanya untuk Hanura, tetapi untuk menjaga esensi demokrasi. “Semua suara rakyat harus dihargai, baik dari partai besar maupun kecil. Itulah hakikat keadilan politik,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Hanura menegaskan komitmennya menjadi partai yang memperjuangkan keterwakilan rakyat secara menyeluruh, tanpa membedakan besar atau kecilnya kekuatan politik di daerah. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *