BANJARMASIN, borneoinfonews.com – Laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Selatan terus menunjukkan peningkatan. Hingga Minggu ke-32 atau periode pemantauan sampai 22 Agustus 2026, jumlah laporan mencapai 8.458 kasus dalam satu pekan.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan kini memperkuat pemantauan dan respons bersama dinas kesehatan kabupaten/kota menyusul tren kenaikan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Diauddin mengatakan, data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan laporan kasus meningkat secara bertahap sejak Minggu ke-28.
“Berdasarkan data SKDR, pada Minggu ke-28 tercatat 5.319 kasus, kemudian meningkat menjadi 6.460 kasus pada Minggu ke-29, 7.617 kasus pada Minggu ke-30, 8.342 kasus pada Minggu ke-31, dan 8.458 kasus pada Minggu ke-32. Total laporan selama periode Minggu ke-28 sampai Minggu ke-32 mencapai 36.196 kasus,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Rabu (26/8/2026).
Kenaikan Mulai Melambat

Meski terus meningkat, laju pertambahan laporan ISPA dari Minggu ke-31 ke Minggu ke-32 relatif lebih kecil dibandingkan kenaikan pada pekan-pekan sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa laju peningkatan mulai melambat. Namun, Dinkes Kalsel tetap mempertahankan kewaspadaan dan pemantauan secara berkelanjutan.
“Kita melihat laju peningkatan mulai melambat. Tetapi ini bukan berarti kewaspadaan diturunkan. Pemantauan dan surveilans tetap kami lakukan secara berkelanjutan bersama dinas kesehatan kabupaten dan kota,” jelasnya.
Pada Minggu ke-32, Kota Banjarmasin mencatat laporan ISPA terbanyak dengan 1.603 kasus. Berikutnya Kota Banjarbaru sebanyak 1.142 kasus, Kabupaten Banjar 1.135 kasus, Kabupaten Tanah Laut 751 kasus, dan Kabupaten Kotabaru 538 kasus.
Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar secara bersama-sama menyumbang sekitar 45,9 persen dari total laporan pada Minggu ke-32.
Namun, angka tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan daerah mana yang memiliki risiko ISPA paling tinggi.
“Jumlah laporan harus dilihat dengan konteks masing-masing daerah. Jumlah penduduk, kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, serta kelengkapan dan ketepatan pelaporan bisa berbeda antarwilayah,” kata Diauddin.
Dinkes Siapkan Respons Kesehatan
Menghadapi perkembangan tersebut, Dinkes Kalsel bersama dinas kesehatan kabupaten/kota terus memperkuat surveilans dan pelayanan kesehatan di lapangan.
Langkah yang dilakukan antara lain distribusi masker dan logistik kesehatan, pelayanan kesehatan di sekolah dan pesantren, serta dukungan terhadap pos lapangan.
Pemantauan juga dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara, titik panas atau hotspot, serta kondisi cuaca.
Dari sisi pelayanan, kesiapan fasilitas kesehatan terus dipantau, termasuk ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan oksigen.
Kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta juga menjadi perhatian dalam pemantauan kesehatan.
Masyarakat Diminta Waspada
Dinkes Kalsel mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika kondisi udara berdebu atau kualitas udara mengalami penurunan.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, terutama saat udara berdebu atau kualitas udara menurun. Jaga kebersihan dan sirkulasi udara di rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, cukup minum, serta konsumsi makanan bergizi,” imbaunya.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang semakin berat atau sesak napas.
Diauddin menegaskan, peningkatan laporan ISPA tidak dapat langsung disimpulkan seluruhnya disebabkan karhutla maupun penurunan kualitas udara.
Dinkes Kalsel masih menganalisis perkembangan data kesehatan bersama informasi mengenai kualitas udara, cuaca, dan faktor lainnya untuk melihat kondisi secara lebih menyeluruh.
“Data kesehatan terus kami analisis bersama dengan informasi kualitas udara, cuaca dan faktor terkait lainnya. Jadi, kita tidak boleh langsung menyimpulkan satu penyebab, tetapi harus berdasarkan data dan perkembangan di lapangan,” pungkasnya.
(bin/mc)
