Fahran Dikenang Baik Hati, Rajin Bantu Ibu dan Tinggalkan Dua Anak Kecil

Aminah (56), tetangga sekaligus kerabat Fahran, mengenang almarhum sebagai sosok baik hati yang rajin membantu ibunya menyadap karet dan memberi pakan ikan.

ARANIO, borneoinfonews.com – Muhammad Fahran (32) dikenal sebagai sosok baik hati yang dekat dengan keluarga. Di tengah kesibukannya mencari ikan di Waduk Riam Kanan, ia tetap menyempatkan diri membantu ibunya bekerja.

Kenangan itu disampaikan Aminah (56), tetangga sekaligus kerabat Fahran, saat menceritakan keseharian almarhum. Aminah merupakan sepupu dari ayah Fahran sehingga ia mengenal korban sebagai bagian dari keluarga besarnya.

Menurut Aminah, Fahran bukan hanya membantu ibunya mencari nafkah, tetapi juga dikenal baik kepada kerabat. Setiap kali datang berkunjung, ia terkadang membawa buah atau sesuatu untuk diberikan kepada keluarga.

“Orangnya baik. Baik kepada keluarga. Kalau datang dari mana-mana, terkadang membawakan buah atau sesuatu untuk diberikan kepada kami,” tutur Aminah.

Rajin Membantu Ibu

Selain mencari ikan, Fahran biasa membantu ibunya menyadap karet. Ia juga membantu memberi pakan ikan yang dipelihara di keramba.

“Dia membantu mamanya menyadap karet. Setelah itu, membantu ibunya memberi pakan ikan di keramba,” kata Aminah.

Kebiasaan tersebut membuat Fahran dikenang sebagai anak yang turut membantu pekerjaan ibunya. Terlebih, ayah Fahran telah meninggal dunia sekitar empat tahun lalu.

Aminah mengaku sangat sedih ketika mendengar kabar Fahran meninggal dunia. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik dan tidak memiliki masalah dengan keluarga maupun kerabat di lingkungan mereka.

Pertemuan Terakhir dengan Kerabat

Aminah juga mengingat pertemuan terakhirnya dengan Fahran. Saat itu, Fahran datang mengantar istrinya ke Sungai Tabuk.

Dalam percakapan mereka, Fahran sempat menceritakan kondisi cuaca di sana dan mengatakan tubuhnya terasa kurang sehat.

Aminah mengaku tidak lagi bertemu Fahran setelah pertemuan tersebut hingga mendengar kabar duka mengenai dirinya.

Percakapan sederhana itu kini menjadi salah satu kenangan Aminah tentang kerabatnya tersebut.

Tinggalkan Istri dan Dua Anak Perempuan

Fahran meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan yang masih kecil. Menurut penuturan Aminah, anak sulungnya sudah bersekolah, sedangkan anak bungsunya masih berusia sekitar dua tahun dan baru mulai bisa berjalan.

Istri dan kedua anaknya tinggal di Sungai Tabuk. Meski demikian, Fahran masih kerap datang ke Desa Bunglai untuk menemui keluarga dan membantu ibunya.

Kepergian Fahran menjadi duka bagi keluarga, terutama bagi istri dan kedua anaknya yang masih kecil dan membutuhkan kasih sayang serta pendampingan seorang ayah.

Ditemukan di Waduk Riam Kanan

Muhammad Fahran ditemukan mengapung di perairan Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 05.25 WITA.

Sebelumnya, Fahran berangkat mencari ikan menggunakan jukung pada Kamis malam. Pencarian dilakukan setelah sejumlah barang yang diduga miliknya ditemukan mengapung dan jukungnya ditemukan di sekitar lokasi.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Basarnas, relawan, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat turut membantu pencarian.

Penyebab pasti peristiwa tersebut belum diketahui.

Bagi Aminah, Fahran akan tetap dikenang sebagai kerabat yang baik hati dan terbiasa membantu ibunya. Kenangan tentang kesehariannya kini melekat pada keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.

(bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *