Saksi Mata Ungkap Kronologi Penganiayaan Maut di Awang Bangkal Barat

Lokasi Menara Pantau Sirang di Jalan Tembus Awang Bangkal–Kiram yang menjadi lokasi awal rangkaian kejadian penganiayaan maut di Awang Bangkal Barat.

Saksi Ungkap Rangkaian Kejadian yang Berujung pada Kematian Ahmadi

MARTAPURA, borneoinfonews.com – Rangkaian kejadian sebelum Ahmadi (34) meninggal dunia akibat penganiayaan di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mulai terungkap melalui kesaksian DS (34). Ia menceritakan kejadian yang berlangsung di Menara Pantau Sirang, Jalan Tembus Awang Bangkal–Kiram, mulai dari dugaan penyerangan terhadap Anton, upaya sejumlah orang menyelamatkan diri, hingga pengejaran terhadap pria berinisial U.

DS menyampaikan kronologi tersebut secara langsung kepada redaksi Borneo Info News pada Minggu (25/10/2026) sore. Dalam penuturannya, ia juga menceritakan bagaimana dirinya berusaha meminta bantuan warga dan akhirnya bertemu petugas kepolisian saat U masih berada di jalan menggunakan sepeda motor milik korban.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Menara Pantau Sirang sendiri merupakan menara pantau Masyarakat Peduli Api (MPA) yang digunakan untuk mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berawal dari Perselisihan di Belangian

Menurut cerita yang disampaikan kepada DS, rangkaian kejadian bermula dari perselisihan antara U dan kakak iparnya yang berinisial H.A.M. di kawasan Belangian. U disebut sempat memukul kakak iparnya sebelum akhirnya ditinggalkan di jalan.

U kemudian bertemu Anton di kawasan Jungur dan meminta diantarkan ke kampung untuk menemui kakak iparnya. Anton menyanggupi permintaan tersebut dan membawa U menuju Menara Pantau Sirang.

Setibanya di lokasi, U diduga berusaha mengambil celurit atau arit yang dibawa Anton dan diselipkan di sepeda motornya. Anton berusaha mencegahnya. Namun, U disebut berhasil meraih parang yang dibawa Anton di bagian pinggang, lalu menebaskannya ke arah Anton hingga keduanya terjatuh dari sepeda motor.

Anton kemudian berlari menuju hutan untuk menyelamatkan diri. Berdasarkan cerita AH yang disampaikan kepada DS, U sempat mengejar Anton dan mengayunkan parang ke arah kepalanya. Tebasan itu mengenai helm Anton, yang kemudian berhasil melarikan diri dan bersembunyi di kawasan hutan.

AH Melompat dari Menara Pantau

Saat kejadian berlangsung, AH berada di bagian atas Menara Pantau Sirang. Menurut cerita AH yang disampaikan kepada DS, U melihat keberadaan AH lalu menaiki tangga menara sambil membawa senjata tajam milik Anton.

Merasa terancam, AH melompat dari menara dan berlari menuju hutan. Anton dan AH pun berusaha menyelamatkan diri dari situasi tersebut.

Tidak lama kemudian, DS tiba di sekitar menara pantau. U masih berada di lokasi dan berulang kali meminta agar diantarkan ke kampung.

“Mas, tolong Mas, antarkan saya ke kampung,” ungkap DS menirukan ucapan U kepada Borneo Info News.

DS memilih menjaga jarak karena khawatir terhadap keselamatannya. Situasi itu berlangsung sekitar setengah jam menurut perkiraannya, sementara U terus meminta bantuan.

DS Meminta Bantuan Tiga Warga

Ketika melihat tiga warga melintas menggunakan sepeda motor masing-masing, DS meminta pertolongan. Ia kemudian ikut bersama ketiga warga tersebut untuk mengambil sepeda motornya yang masih tertinggal di sekitar Menara Pantau Sirang.

Saat kembali melewati menara, mereka hampir berhadapan lagi dengan U. Mengetahui pria tersebut diduga menyerang orang menggunakan senjata tajam, ketiga warga itu mempercepat laju sepeda motor.

Mereka melanjutkan perjalanan menuju lokasi sepeda motor DS ditinggalkan. Setibanya di sana, DS berhenti untuk mengambil dan menghidupkan kendaraannya, sedangkan ketiga warga tersebut melanjutkan perjalanan.

Saat DS berusaha menghidupkan sepeda motornya, U datang mengejarnya menggunakan Yamaha Mio hijau milik Ahmadi. Pengejaran kemudian berlangsung di Jalan Tembus Awang Bangkal-Kiram, jalur yang sepi dengan hanya beberapa rumah penduduk di hujung asapal.

Pengejaran Berlanjut hingga Permukiman

Pengejaran itu berlanjut hingga DS bertemu petugas kepolisian. DS berusaha menunjukkan pria yang diduga sebagai pelaku, sementara U juga menunjuk DS ketika berhadapan dengan petugas.

DS kemudian menjelaskan bahwa dirinya bukan pelaku dan menunjukkan U sebagai pria yang dikejar.

“Bukan saya, Pak. Bukan saya. Itu pelakunya, yang membawa motor itu,” jelas DS kepada petugas.

DS juga menyampaikan kepada petugas bahwa masih ada korban di lokasi kejadian. Setelah mendapat penjelasan itu, petugas melanjutkan pengejaran terhadap U, sedangkan DS diminta menunggu karena masih terdapat korban di tempat kejadian.

Pengejaran berlanjut hingga kawasan permukiman Desa Awang Bangkal Barat. Di kawasan tersebut, U disebut menghentikan sepeda motor yang dikendarainya, lalu berusaha melarikan diri.

Petugas kepolisian kemudian melumpuhkan U dengan tembakan yang mengenai bagian kaki sebelum mengamankannya. Informasi mengenai pelumpuhan tersebut juga diperkuat oleh video yang dikirimkan warga kepada redaksi.

Tangkapan layar video saat petugas kepolisian dibantu warga melakukan penangkapan terhadap pria berinisial U yang diduga terlibat dalam penganiayaan maut di Desa Awang Bangkal Barat, Kabupaten Banjar.

Warga sekitar terkejut setelah mendengar suara tembakan. Mereka kemudian keluar rumah dan mengetahui bahwa pria yang dilumpuhkan tersebut diduga terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan Ahmadi meninggal dunia.

DS sendiri telah dimintai keterangan oleh kepolisian sebagai saksi dalam penanganan perkara tersebut.

Ahmadi Hendak Menyadap Karet

Sebelum kejadian yang menewaskannya, Ahmadi datang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio hijau untuk menuju kebun dan menyadap karet.

Berdasarkan informasi yang diketahui DS, Ahmadi sempat mendapat peringatan agar tidak melanjutkan perjalanan karena terdapat pria yang membawa senjata tajam dan diduga menyerang orang. Namun, Ahmadi tetap melanjutkan perjalanan hingga bertemu dengan U di kawasan Menara Pantau Sirang.

Dalam keterangan resmi kepolisian, Ahmadi disebut terlibat perselisihan dengan U setelah tidak bersedia mengantarkan pria tersebut. Perselisihan itu kemudian berujung pada penganiayaan.

Ahmadi disebut dicekik dan dipukul menggunakan batu di bagian wajah sebelum diserang dengan celurit. Korban mengalami luka pada pelipis kanan dan kiri, leher, pergelangan tangan kanan, serta telapak tangan kiri. Ia akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Setelah kejadian tersebut, U melarikan diri menggunakan sepeda motor milik Ahmadi.

Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Kapolres Banjar AKBP Boni Arifianto melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Afian Noor sebelumnya menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu bilah parang, satu bilah celurit, satu unit sepeda motor Yamaha, baju korban yang berlumuran darah, celana panjang, serta sebuah tas selempang.

Kasus tersebut ditangani pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Kesaksian DS memberikan gambaran mengenai rangkaian kejadian di Menara Pantau Sirang, mulai dari dugaan penyerangan terhadap Anton, upaya AH menyelamatkan diri, permintaan bantuan kepada tiga warga, hingga pengejaran terhadap U yang menggunakan sepeda motor milik Ahmadi.

(borneoinfonews/Rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *