Sosok Juwita di Mata Rekan Jurnalis: ‘Dia Selalu Happy, Tapi…’

Banjarbaru, borneoinfonews.com – Kepergian Juwita menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama jurnalis. Teny Ariana Singkek, teman dekat sekaligus rekan liputannya, mengenang sosok Juwita sebagai pribadi yang ceria meskipun sedang menghadapi masalah.

“Kalau saya pribadi memang dekat dengan Juwita, sampai kalau liputan-liputan ya pasti berdua. Kalau untuk pribadinya, dia ceria, meskipun ada masalah tetap terlihat happy,” ujar Teny saat ditemui di Banjarbaru, Sabtu (29/3/2025) sore.

Rekan keseharian Juwita saat liputan, Teny Ariana S, saat menceritakan sosok Juwita, Foto: Rasyad

Namun, di balik keceriaannya, Juwita sempat mengeluhkan hubungan yang kurang harmonis dengan tunangannya. Menurut Teny, Juwita pernah bercerita bahwa komunikasi dengan pasangannya tidak berjalan baik.

“Dia bilang kalau pacarnya itu temperamen, pemarah, suka memaksakan kehendak. Apa pun yang dilakukan harus lapor,” ungkapnya.

Juwita juga sempat mempertanyakan kehidupan setelah menikah.

“Dia sempat tanya, ‘Mau kawin itu kayak gimana sih? Nanti jadi istri harus bagaimana?’” tambahnya.

Diketahui, Juwita dan tunangannya tengah mempersiapkan pernikahan yang rencananya digelar setelah Lebaran. Namun, sebelum proses pengajuan pernikahan rampung, Juwita telah berpulang.

Juwita dan Teny selalu bersama saat liputan, Gambar ini di ambil saat acara bukber di Polda kalsel beberapa waktu lalu, Foto: Rasyad

Kronologi Kematian Juwita: Dari Dugaan Kecelakaan hingga Fakta Pembunuhan Berencana

Pada awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor. Namun, sejumlah kejanggalan mulai muncul dalam penyelidikan lebih lanjut.

Korban ditemukan dengan luka di dagu, lebam di punggung dan leher. Selain itu, dompet dan ponselnya hilang, meskipun motornya masih berada di lokasi kejadian.

Jasad Juwita ditemukan di tepi jalan menuju Desa Kiram, Kabupaten Banjar, pada Sabtu (22/3). Saat ditemukan, ia masih mengenakan helm, sementara motornya terperosok ke semak-semak. Warga yang menemukannya segera mengevakuasi korban ke RSUD Idaman Banjarbaru.

Yang semakin mencurigakan, sebelum ditemukan tewas, Juwita berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke Guntung Payung pada pagi hari. Namun, siang harinya ia justru ditemukan tak bernyawa di daerah Gunung Kupang, yang berjarak cukup jauh dari tujuan awalnya.

Muhammad Pazri, dalam jumpa pers, Sabtu, (29/03/25)

Seiring dengan penyelidikan yang terus berjalan, fakta baru pun terungkap. Kuasa hukum keluarga korban, dr. Muhammad Pazri, memastikan bahwa berdasarkan pemeriksaan di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Lanal Banjarmasin, tersangka yang merupakan kekasih Juwita, oknum prajurit TNI AL berinisial J, telah mengakui perbuatannya.

“Setelah kami dan keluarga korban datang, kasus ini menjadi terang benderang. Kami merasa puas karena pasal yang didakwakan adalah pembunuhan berencana, sesuai dengan pengakuan terduga pelaku sendiri,” ujar Pazri.

Kombes Pol Adam Erwindi, saat jumpa pers di Dirreskrimsus Polda Kalsel. Sabtu, (29/03/25)

Polda Kalsel telah menyerahkan berkas perkara dan barang bukti ke pihak militer, sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kombes Pol Adam Erwindi menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak Lanal Banjarmasin akan terus dilakukan agar kasus ini berjalan transparan dan sesuai hukum.

Hingga kini, kasus yang menimpa Juwita masih menjadi perhatian publik, terutama di kalangan jurnalis yang kehilangan sosok rekan mereka. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *