Banjarbaru, Borneoinfonews.com – Konser Kemerdekaan yang digelar di halaman Q Mall Banjarbaru, Sabtu (23/8/2025), bukan sekadar hiburan. Dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, acara ini menjadi simbol panggung kesetaraan.
Sorotan utama jatuh kepada Netfis Band, grup musik dari Panti Rehabilitasi Sosial Fajar Harapan yang seluruh anggotanya merupakan penyandang disabilitas netra dan fisik. Dengan keterbatasan penglihatan, mereka berhasil membuktikan bahwa musik adalah bahasa universal yang melampaui keterbatasan.
“Tanpa penglihatan, rasanya mustahil memainkan alat musik. Tapi mereka mematahkan anggapan itu. Hari ini mereka bukan hanya tampil, mereka menginspirasi,” ujar Dinansyah, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, yang mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin untuk membuka acara.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang mendukung acara ini, khususnya Panti Rehabilitasi Sosial Fajar Harapan sebagai penggagas dan pelaksana.
Dinansyah menegaskan, Konser Kemerdekaan tahun ini adalah bentuk komitmen membangun masyarakat inklusif.
“Kita semua memiliki hak yang sama untuk didengar, dihargai, dan diberi ruang. Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil menuju masyarakat yang inklusif dan berkeadilan,” tandasnya.

Sebagai kejutan spesial, penyanyi sekaligus influencer Alint Markani turut tampil sebagai guest star, berkolaborasi dengan Netfis Band di atas panggung. Penampilan mereka menjadi simbol persatuan dan semangat tanpa batas yang mewarnai Konser Kemerdekaan tahun ini.(bin/rasyad)
