Cadangan BBM di atas batas minimum, pasokan LPG dijaga meski impor didominasi Amerika Serikat.
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman. Hal itu disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna.
Jakarta, borneoinfonews.com – Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Hal tersebut disampaikan Bahlil Lahadalia kepada Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dalam keterangannya, Bahlil menegaskan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) berada dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran.
“Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan, cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 mencapai sekitar 24,39 hari. Sementara itu, cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 berada di angka sekitar 28 hari dan RON 98 sekitar 31 hari.
Untuk jenis solar subsidi, cadangan tercatat sekitar 16,41 hari. Sedangkan solar CN 53 mencapai sekitar 46 hari dan avtur sekitar 38 hari.
Menurut Bahlil, pasokan solar relatif lebih stabil karena seluruhnya diproduksi dari dalam negeri. Kondisi ini turut diperkuat dengan beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan di Kalimantan Timur sejak Januari 2026.
Proyek tersebut meningkatkan kapasitas produksi kilang nasional dan diperkirakan mampu mengurangi impor bensin hingga sekitar 5,5 juta ton serta solar sekitar 3,5 juta ton per tahun.
Di sisi lain, pemerintah juga memastikan pasokan LPG tetap terjaga meskipun terdapat dinamika pada rantai distribusi global.
Bahlil mengungkapkan, sekitar 70–72 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah membuka peluang tambahan pasokan dari sejumlah negara alternatif, termasuk Australia.
“Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia untuk LPG,” ungkapnya.
Ke depan, pemerintah terus mendorong pembangunan kilang minyak untuk meningkatkan produksi dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
“Kalau lifting kita tidak mencapai 1,6 juta barel per hari, selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan lifting itulah yang kita impor. Jadi ke depan itu tinggal impor crude saja,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah optimistis pasokan energi nasional tetap aman selama Lebaran 2026, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM maupun LPG. (bin.ip)
