Pumpung Cempaka Living Museum EKRAF Banjarbaru Kembangkan Wisata Budaya Intan Trisakti

Pumpung Cempaka Living Museum EKRAF Banjarbaru kawasan wisata pendulangan intan Intan Trisakti

EKRAF Banjarbaru dorong Pumpung Cempaka Living Museum sebagai wisata sejarah pendulangan intan dan Intan Trisakti

BANJARBARU, borneoinfonews.com – EKRAF Banjarbaru mendorong pengembangan Pumpung Cempaka Living Museum sebagai wisata budaya berbasis sejarah pendulangan intan dan penemuan Intan Trisakti 1965.

EKRAF Banjarbaru bersama Pokdarwis Sungai Tiung menggelar diskusi lapangan di kawasan Pumpung Cempaka, Kamis (21/05/2026). Mereka mengangkat konsep Living Museum sebagai model wisata berbasis sejarah dan edukasi masyarakat.

Selain itu, mereka memetakan potensi kawasan pendulangan intan agar dapat berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Banjarbaru.

Pumpung Cempaka Living Museum Angkat Sejarah Intan Trisakti

Selanjutnya, konsep Pumpung Cempaka Living Museum menekankan pengalaman wisata sejarah secara langsung.

Pokdarwis Sungai Tiung bersama EKRAF Banjarbaru menghidupkan kembali cerita pendulangan intan tradisional yang berkaitan dengan sejarah Intan Trisakti.

Wakil Ketua Pokdarwis Sungai Tiung, Arkani, menjelaskan bahwa konsep ini fokus pada edukasi sejarah.

“Pumpung Cempaka Living Museum akan menampilkan proses pendulangan intan seperti tahun 1965 saat Intan Trisakti ditemukan,” ujarnya.

Dengan demikian, wisatawan dapat memahami sejarah lokal secara langsung di lokasi asli.

EKRAF Banjarbaru Hadapi Kendala Lahan Wisata

Namun demikian, pengembangan Pumpung Cempaka Living Museum masih menghadapi kendala utama.

Arkani menjelaskan bahwa keterbatasan lahan menghambat pembangunan fasilitas wisata.

Selain itu, beberapa pihak sudah siap membantu pembangunan, tetapi status lahan belum selesai.

Oleh karena itu, penyelesaian lahan menjadi prioritas utama sebelum pengembangan berlanjut.

EKRAF Banjarbaru Koordinasi dengan Pemkot Banjarbaru

Ketua Harian EKRAF Banjarbaru, Narwanto, menegaskan pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Banjarbaru.

EKRAF Banjarbaru akan melibatkan SKPD terkait untuk mencari solusi pengembangan Pumpung Cempaka Living Museum.

Selain itu, mereka juga membahas dukungan fasilitas dasar dan penataan kawasan wisata.

Untuk referensi pengembangan wisata nasional, masyarakat dapat mengakses:
https://www.indonesia.travel

Sementara itu, penguatan ekonomi kreatif daerah juga sejalan dengan program Kemenparekraf:
https://kemenparekraf.go.id

Pumpung Cempaka Living Museum Dorong Ekonomi Kreatif

Selanjutnya, EKRAF Banjarbaru melihat kawasan Pumpung tidak hanya sebagai wisata sejarah.

Sebaliknya, kawasan ini juga membuka peluang ekonomi kreatif masyarakat.

Misalnya, camping ground, wisata edukasi, dan aktivitas komunitas lokal dapat berkembang di kawasan ini.

Dengan begitu, Pumpung Cempaka Living Museum memberi dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. (bib/mcb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *