Diskominfo Kalsel memperkuat strategi komunikasi publik untuk meningkatkan kualitas informasi dan menghadapi tantangan SDM serta media sosial.
BANJARBARU, borneoinfonews.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat strategi komunikasi publik. Langkah ini muncul karena tantangan pengelolaan informasi semakin kompleks.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, menegaskan pentingnya strategi komunikasi yang terencana dan terukur. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi di Banjarbaru, Kamis (21/5/2026).
Diskominfo Kalsel Soroti Keterbatasan SDM Informasi
Muslim menilai keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi kendala utama dalam pengelolaan informasi publik. Kondisi ini memengaruhi kualitas penyebaran informasi di berbagai tingkatan pemerintahan.
“Dokumentasi yang baik membantu pengelola informasi bekerja lebih terarah. Hal ini berlaku di tingkat SKPD, kabupaten/kota, hingga provinsi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya strategi komunikasi sebagai acuan agar penyampaian informasi lebih taktis dan tepat sasaran.
Media Sosial Jadi Tantangan Baru Diskominfo Kalsel
Muslim juga menyoroti perkembangan media sosial yang semakin cepat. Ia menyebut banyak informasi yang beredar tanpa data yang jelas.
Menurutnya, kondisi ini menuntut pemerintah untuk bergerak cepat memberikan klarifikasi berbasis data.
“Kami harus menyikapi media sosial dengan bijak. Banyak opini beredar tanpa data yang valid,” katanya.
Ia menegaskan Diskominfo harus memperkuat literasi informasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi keliru.
Diskominfo Kalsel Dorong Keterbukaan Informasi Publik
Melalui Bimtek ini, Diskominfo Kalsel mendorong peningkatan kapasitas pengelola informasi di seluruh daerah. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi komunikasi publik.
Muslim berharap strategi komunikasi yang disusun dapat menekan penyebaran informasi tidak akurat. Selain itu, ia menargetkan peningkatan kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan keterbukaan informasi yang akuntabel dan terpercaya,” pungkasnya.(bin/mck)
