Banjarmasin, borneoinfonews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) menyelenggarakan program Mobile Training Unit (MTU) pelatihan non-institusional keterampilan menjahit di Desa Pekapuran, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Pelatihan yang menyasar Ibu Rumah Tangga (IRT) ini bertujuan untuk mendorong peningkatan keterampilan, daya saing, serta kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Kami ingin pelatihan non-institusional ini menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten, serta memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri,” ujar Kepala BLK Provinsi Kalsel, Sayyid M Yusfiansyah Al Azhmatkhan, di Banjarmasin, Senin (21/4/2025).
Yusfiansyah menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan realisasi dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD Kalsel sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan SDM lokal.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Diklat BLK Kalsel, Muhammad Zainal Abidin, menambahkan bahwa pelatihan menjahit ini diikuti oleh 16 orang peserta selama 20 hari, dengan pendampingan langsung oleh instruktur dari BLK Provinsi.
“Kegiatan ini juga merupakan bentuk kolaborasi dengan Bidang P4TK Disnakertrans Provinsi Kalsel, dalam mendukung program teknologi tepat guna (TTG) dan tenaga kerja mandiri (TKM),” ungkap Zainal.
Ia berharap, melalui pelatihan ini akan lahir para wirausahawan baru di bidang keterampilan menjahit yang tidak hanya mampu menciptakan peluang usaha bagi diri sendiri, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
“Ini adalah pelatihan perdana tahun ini. Ke depan, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut, dengan jenis keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing,” tutupnya.
Program pelatihan MTU ini menjadi bagian dari upaya BLK Kalsel dalam memperluas akses pelatihan vokasional ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau lembaga pelatihan formal, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi berbasis masyarakat desa.(bin/mck)
