RSUD Datu Kandang Haji Balangan Hadirkan Layanan Antar Obat

Layanan BERJABAT TANGAN RSUD Datu Kandang Haji Balangan

BALANGAN, borneoinfonews.com – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui RSUD Datu Kandang Haji terus memperkuat pelayanan publik dengan menghadirkan inovasi “BERJABAT TANGAN” atau Berjalan-Jalan Pengantaran Obat ke Pelanggan.

Inovasi tersebut merupakan layanan non-digital berupa pengantaran obat langsung ke rumah pasien rawat jalan. Inovator BERJABAT TANGAN, dr. Shindu Buana, Kamis (20/8/2026), menjelaskan program ini lahir dari penjaringan ide dan evaluasi terhadap keluhan masyarakat terkait antrean pengambilan obat di depo farmasi.

Menurutnya, antrean pengambilan obat kerap membuat pasien mengalami kelelahan dan kurang berkonsentrasi saat menerima edukasi dari apoteker. Karena itu, layanan pengantaran obat dirancang untuk memberikan kemudahan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, serta pasien kronis pada Poli Penyakit Dalam dan Poli Syaraf.

“Program ini selaras dengan misi Pemerintah Daerah terkait pengobatan gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Secara khusus, layanan pengantaran ini memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, serta pasien kronis pada Poli Penyakit Dalam dan Poli Syaraf,” ujarnya.

BERJABAT TANGAN memiliki sejumlah kemudahan, yakni pasien tidak perlu menunggu obat di rumah sakit setelah menyerahkan resep, administrasi pengantaran cukup dilakukan satu kali saat pendaftaran pertama, obat diantar secara terjadwal pada hari yang sama, serta layanan diberikan secara gratis tanpa biaya tambahan.

Implementasi inovasi tersebut disebut telah memberikan dampak terhadap pelayanan RSUD Datu Kandang Haji. Jumlah antrean di depo farmasi menurun, ruang tunggu menjadi lebih kondusif, sementara pasien yang tetap menunggu juga merasakan proses pelayanan obat lebih cepat. Tingkat keluhan masyarakat turut menurun karena pasien dapat beristirahat di rumah dan lebih fokus menerima informasi terkait obat.

“Waktu tunggu pasien yang menggunakan layanan pengantaran menjadi nol di rumah sakit. Bagi pasien umum yang tetap menunggu, layanan peracikan maupun non-racikan juga dirasakan jauh lebih cepat berkat terurainya antrean,” ungkapnya. Melalui inovasi ini, RSUD Datu Kandang Haji berharap peningkatan kualitas pelayanan dapat terus dilakukan sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia dan penguatan indeks inovasi daerah di Kabupaten Balangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *