Dicari Semalaman, Muhammad Fahran Ditemukan di Waduk Riam Kanan

Muhammad Fahran ditemukan mengapung sekitar pukul 05.25 WITA setelah diduga tenggelam saat mencari ikan menggunakan jukung di perairan Waduk Riam Kanan.

ARANIO, borneoinfonews.com – Muhammad Fahran (32), pria yang diduga tenggelam di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, ditemukan pada Jumat (9/10/2026) pagi setelah pencarian sejak malam sebelumnya.

Kapolsek Aranio, Ipda Herry Hartanto, menjelaskan korban ditemukan oleh Muhammad Rofi’i (29), warga Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, sekitar pukul 05.25 WITA. Posisi korban sekitar 100 meter ke arah selatan dari lokasi jukungnya ditemukan.

“Korban ditemukan mengapung sekitar pukul 05.25 WITA, kurang lebih 100 meter ke arah selatan dari lokasi jukung ditemukan. Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa ke rumah orang tua korban,” jelas Herry kepada borneoinfonews.com saat ditemui di rumah duka.

Sempat Terlihat Sendirian di Atas Jukung

Menurut keterangan Kapolsek, peristiwa bermula pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Saat itu, Muhammad Fahran berpamitan kepada ibunya, Siti Mursian, untuk mencari ikan menggunakan jukung (perahu).

Sekitar pukul 01.30 WITA, saksi Abdiansyah melihat korban di sekitar Pantai Pancuranmas. Saat itu, korban masih berada di atas jukung seorang diri dan sempat menanyakan apakah saksi membawa makanan karena merasa lapar.

“Sekitar pukul 03.00 WITA, saksi melihat boks ikan dan senter milik korban mengapung di perairan Waduk Riam Kanan, tepatnya di Desa Benua Riam,” ujar Herry.

Abdiansyah kemudian menghubungi Bahri Ipul dan Ijum untuk melakukan pencarian bersama. Mereka menemukan jukung korban tidak jauh dari lokasi boks ikan dan senter tersebut.

Pencarian Melibatkan Tim SAR Gabungan

Pencarian melibatkan personel Polsek Aranio, Pos Ramil Aranio, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, tim Rakat bersama Borneo Rescue, Basarnas, serta masyarakat Kecamatan Aranio.

Tim melakukan penyisiran di perairan dan mencari korban di sekitar lokasi jukung ditemukan hingga akhirnya Muhammad Fahran ditemukan pada Jumat pagi.

Keluarga Menerima sebagai Musibah

Ipda Herry Hartanto mengatakan keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga juga menolak dilakukan visum terhadap jenazah dan telah membuat surat pernyataan.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum dengan membuat surat pernyataan,” ungkap Herry.

Hingga kini, penyebab pasti peristiwa yang dialami Muhammad Fahran belum diketahui.

Kapolsek menyampaikan keluarga korban turut mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri, tim SAR gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian.

(bin/Rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *