Banjarbaru, borneoinfonews.com – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) terus tancap gas dalam menjalankan program penanaman dan pemeliharaan tanaman Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink. Lewat Rapat Koordinasi (Rakor) Tahap I yang digelar secara virtual pada Selasa (3/6/2025), para pelaku di lapangan diajak untuk lebih disiplin mendokumentasikan dan menjalankan prosedur kerja dengan aman.
Rakor yang dipimpin Kepala Seksi Pengelolaan DAS, Muslim, ini diikuti antusias oleh Tim FOLU Dishut, Kelompok Tani Hutan (KTH), dan pengawas lapangan. Mereka berbagi update mulai dari pendangiran, penyemprotan herbisida, pemupukan, hingga penyulaman tanaman yang menjadi kunci keberhasilan program.
“Kami minta dokumentasi yang lengkap, mulai dari dosis pupuk yang tepat, proses aplikasinya, hingga alat yang dipakai harus terekam. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi juga jadi bukti nyata kerja keras di lapangan,” tegas Muslim di Banjarbaru, Rabu (4/6/2025).
Tak hanya itu, aspek keamanan juga jadi perhatian utama. Muslim mengingatkan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) wajib dipenuhi selama penyemprotan agar kegiatan berjalan aman dan terkontrol.
Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pihak, memperkuat sinergi, serta memastikan program FOLU Net Sink berjalan lancar dan sesuai standar operasional.
Dengan koordinasi yang makin solid dan dokumentasi yang rapi, Dishut Kalsel optimis target lingkungan dan pemulihan lahan dapat tercapai demi masa depan Kalimantan Selatan yang lebih hijau dan lestari. (bin/mck)
