Martapura, Borneoinfonews.com – Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan kapasitas masyarakat desa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keberlanjutan Lingkungan Tahun 2025 yang digelar pada Kamis (17/7/2025) di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata desa dengan pelestarian lingkungan hidup. Konsep yang dibawa adalah pengelolaan wisata berbasis kearifan lokal dan berwawasan lingkungan.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, ST., MT, dalam sambutannya menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
“Kita ingin Pokdarwis tidak hanya menjadi motor penggerak pariwisata, tetapi juga penjaga kelestarian lingkungan. Pelatihan ini membuka ruang bagi mereka untuk memahami cara menjaga alam sekaligus mengembangkan potensi wisata yang dimiliki desa masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WITA dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Para peserta mendapatkan materi praktis dan diskusi interaktif dari para narasumber yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan dan pariwisata.
Para peserta mendapat materi dari dua narasumber utama yang memiliki latar belakang dan pengalaman langsung dalam pengelolaan lingkungan. Narasumber pertama, Dr.Eng. Akbar Rahman, MT, yang merupakan Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), membawakan materi tentang Program Kampung Iklim (PROKLIM) sebagai upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di kawasan wisata desa.

Sedangkan narasumber kedua, Hj. Nur Aina dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, menjelaskan berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan, khususnya terkait kebijakan pengurangan sampah dan pelibatan masyarakat dalam pelestarian kawasan wisata.

Salah satu peserta, Aspuadi dari Pokdarwis Palawangan, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru terkait pentingnya pengelolaan sampah di kawasan wisata.
“Selama ini kami fokus mengelola wisata, tapi lewat pelatihan ini kami sadar pentingnya mengelola sampah dan menjaga lingkungan agar wisata bisa bertahan lama,” ungkapnya.
Dalam wawancara langsung usai kegiatan, H. Irwan Jaya menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan kerja sama berbagai pihak dalam pelaksanaan pelatihan ini.
“Baik, terima kasih rekan media. Alhamdulillah hari ini kami melalui bidang destinasi dan pengembangan wisata melaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan wisata yang berbasis lingkungan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa peserta berasal dari berbagai Pokdarwis yang ada di wilayah sekitar lokasi kegiatan.
“Pesertanya dari berbagai Pokdarwis yang ada di sekitar kawasan ini, di Kecamatan Karang Intan dan Aranio,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap hasil pelatihan dapat segera diimplementasikan secara nyata di lapangan.
“Insya Allah, kita berharap para peserta ini bisa mengaplikasikan di beberapa lokasi wisata, khususnya penanganan sampah dalam langkah menciptakan kondisi kebersihan di lingkungan wisatanya,” tutupnya.

Disbudporapar Banjar menegaskan bahwa kegiatan pelatihan serupa akan terus diperluas ke wilayah lain sebagai bentuk konsistensi dalam mendorong lahirnya ekowisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat.
Sebagai informasi, pelatihan ini diikuti oleh enam Pokdarwis aktif yang berada di dua kecamatan karang intan dan aranio, yaitu:
Pokdarwis Murung Batu Laba – Desa Tiwingan Baru
Pokdarwis Putra Bulu – Desa Awang Bangkal Barat
Pokdarwis Pahyangan – Desa Rantau Balai
Pokdarwis Palawangan – Desa Awang Bangkal Timur
Pokdarwis Pesona Riam Kanan Matang Kaladan – Desa Tiwingan Lama
Pokdarwis Mayang Sari – Desa Rantau Bujur
(bin/rasyad)
