Kampung Putra Bulu Usung Konsep “Back to Nature”, Jadi Destinasi Wisata Unggulan Baru di Kalimantan Selatan

Karang Intan, Borneoinfonews.com – Sebuah destinasi wisata desa yang mulai mencuri perhatian publik hadir di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Bernama Kampung Putra Bulu, kawasan wisata ini menggabungkan keindahan alam, kekuatan budaya lokal, dan sentuhan inovasi modern, menjadikannya sebagai salah satu destinasi unggulan Kalimantan Selatan, bejarak Kurang dari 30 menit dari pusat kota Martapura maupun Banjarbaru.

Sempat dibuka pada tahun 2023 namun kemudian vakum karena berbagai kendala berbagai macam hal, Kampung Putra Bulu kini bangkit kembali dengan konsep yang lebih matang dan profesional. Pengelolaan aktif dimulai kembali sejak Februari 2025, dan secara resmi menggelar soft opening pada 25 Juni 2025 lalu.

Meski tak menjajal sensasi ATV yang memacu adrenalin, wisatawan tetap dimanjakan dengan panorama menakjubkan: hamparan danau, aliran sungai alami, serta perbukitan hijau yang menyatu dalam lanskap segar nan menenangkan. Foto: Istimewa

Kini, destinasi ini tak hanya menyuguhkan pemandangan danau dan pegunungan yang asri, tetapi juga menawarkan pengalaman menyatu dengan alam dalam konsep wisata kekinian, edukatif, dan ramah keluarga.

Yoga Hidayat, selaku pengelola, menuturkan bahwa konsep utama yang diusung adalah back to nature, di mana alam yang telah tersedia secara alami diperkuat dengan fasilitas pendukung agar tetap nyaman dan aman dinikmati oleh pengunjung.

“Alamnya sudah luar biasa. Kami hanya menambahkan fasilitas penunjang yang tetap berpijak pada nuansa alami,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (18/7/2025).

Fasilitas dan Aktivitas Wisata

Di atas lahan tambak dan kawasan danau yang dikelola, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas seperti rumah kaca (The Lake House), gazebo-gazebo tepi danau, jalur air alami, spot foto artistik, hingga fasilitas olahraga air. Di antaranya jetski, perahu, kano, banana boat, bebek air, sepeda air dan ATV.

“Selain 20 gazebo dan 2 gazebo besar, kami juga siapkan area camping ground, taman, dan spot sunset view. Fasilitas akan terus dikembangkan secara bertahap sesuai master plan yang kami susun sejak awal,” jelas Yoga.

Salah satu daya tarik utama adalah jalur air alami sepanjang lebih dari 300 meter yang dikelilingi rimbunan vegetasi hijau. Pengunjung bisa naik perahu dan menyusuri lorong air menuju danau terbuka yang langsung menghadap perbukitan.

Konsep Kearifan Lokal

Pengelolaan Kampung Putra Bulu juga melibatkan warga setempat secara aktif. Sebanyak 28 orang direkrut dari pemuda desa dan dilatih setara dengan standar staf hotel, baik dari sisi pelayanan maupun manajemen.

“Dari dapur hingga kebun, semuanya melibatkan warga. Sayuran kami ambil dari kebun PKK, kopinya dari petani lokal, dan kini sudah kami branding sebagai Kopi Awang Bangkal. Menu kami lengkap, dari Nusantara, Western, hingga khas Banjar,” ujarnya.

Tanggapan Dinas Pariwisata

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, ST., MT, memberikan apresiasi terhadap perkembangan wisata Kampung Putra Bulu. Ia menyebut sinergi antara pengelola dan masyarakat menjadi kunci sukses percepatan pengembangan.

“Perkembangannya luar biasa. Sejak soft launching tahun 2021 hingga kini 2025, banyak kemajuan signifikan. Ada bangunan-bangunan ikonik, kegiatan wisata air, hingga peran aktif pembakal dan aparat desa dalam merancang konsep wisatanya,” ungkap Irwan saat meninjau lokasi.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, ST., MT didampingi Kepala Bidang Destinasi, Jennita Adistya Putri, saat memberikan tanggapan terkait perkembangan Kampung Putra Bulu usai membuka kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keberlanjutan Lingkungan di The Lake House, rumah kaca ikonik di tepi danau di kampung putra bulu.

Ia menambahkan, Disbudporapar tetap memberikan dukungan, mulai dari pembinaan hingga promosi, agar wisata ini semakin maju dan berdampak bagi perekonomian lokal.

“Mudah-mudahan ke depan berkembang semakin maju. Kami dari Dinas Wisata akan terus memberikan dukungan,” tegasnya.

Tak hanya disuguhkan dengan panorama alam yang memukau, Kampung Putra Bulu juga menyediakan peralatan dan spot memancing bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan sambil menyalurkan hobi di tepi danau. Foto: Istimewa

Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan

Meski baru soft opening per 25 Juni 2025, pengembangan Kampung Putra Bulu mengacu pada master plan berjangka hingga 1 tahun, dengan fase evaluasi setiap 6 bulan sekali. Strategi ini membuat pengelolaan lebih adaptif terhadap kebutuhan dan selera pasar wisata.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Menurut Yoga, jumlah penduduk yang terbatas serta tantangan dalam membangun fasilitas modern dengan investasi besar menjadi catatan penting.

“Target kami bukan hanya ramai, tapi bagaimana orang yang sudah datang ingin datang lagi. Itulah yang membangun daya tahan sebuah destinasi,” pungkasnya.

Yoga bersama sang istri, sosok di balik inovasi dan pengembangan Kampung Putra Bulu yang kini tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata unggulan berbasis alam dan kearifan lokal. Foto: Istimewa

Penutup

Kampung Putra Bulu bukan sekadar tempat wisata, tetapi wajah baru pengelolaan pariwisata desa berbasis alam dan komunitas. Dengan kekompakan aparat desa, keterlibatan masyarakat, dan dukungan pemerintah, desa ini siap menjadi model pengembangan wisata lokal yang berkelanjutan dan inspiratif di Kalimantan Selatan.

Wisatawan dimanjakan dengan panorama alam yang menakjubkan, danau yang tenang, sungai yang mengalir alami, dan perbukitan hijau yang membentang. Saat senja tiba, cahaya matahari yang meredup perlahan menyatu dengan lanskap, menciptakan pemandangan sunset yang memukau dan menenangkan jiwa. Foto; Rasyad

(bin/rasyad)

Berikut sejumlah galeri visual yang bisa menjadi inspirasi sekaligus alasan kuat mengapa Kampung Putra Bulu layak masuk daftar destinasi wisata pilihan Anda berikutnya

Redaksi: borneinfonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *