Ratusan Warga Padati Nobar “Pesta Babi” di Banjarbaru, Koordinator BEM se-Kalsel: Antusiasme Sangat Tinggi

Ratusan warga mengikuti nobar film Pesta Babi di Banjarbaru

Sekitar 300 hingga 400 peserta hadir dalam nobar dan diskusi film dokumenter isu masyarakat adat Papua

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Antusiasme masyarakat terhadap pemutaran film dokumenter investigatif Pesta Babi di halaman kampus Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarbaru, Sabtu (16/5/2026) malam, mendapat perhatian dari pihak penyelenggara. Kegiatan yang diisi dengan nonton bareng dan diskusi tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga masyarakat umum.

Hendra, Koordinator Wilayah 1 BEM se-Kalimantan Selatan selaku perwakilan penyelenggara, menyebut antusiasme masyarakat Banjarbaru terhadap pemutaran film dokumenter Pesta Babi sangat tinggi. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan dan sosial yang diangkat dalam film tersebut.

“Tanggapannya di sini warga maupun masyarakat Kalimantan Selatan, tepatnya di Banjarbaru, sangat antusias. Terhitung sekitar 300 sampai 400 orang yang menonton, dan di situ sangat berempati serta sangat menghayati daripada film yang ditonton pada malam hari ini,” ujarnya.

Menurut Hendra, film Pesta Babi bukan sekadar tontonan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan yang terjadi di Papua bisa menjadi pelajaran bagi daerah lain di Indonesia.

“Pesan kami, mungkin yang terjadi sekarang di Papua, nantinya bisa saja terjadi di Kalimantan Selatan maupun di kota-kota lain. Maka dari itu kita harus terus menyuarakan dan terus menggaungkan bahwa Papua bukan tanah kosong,” katanya.

Hendra, Koordinator Wilayah 1 BEM se-Kalimantan Selatan

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai ruang diskusi dan refleksi bersama agar masyarakat lebih memahami persoalan sosial yang terjadi di berbagai daerah.

“Harapan saya ke depannya kita bisa terus menonton bersama-sama dan melakukan diskusi-diskusi lain lagi agar tidak terjadi hal-hal seperti yang pernah terjadi di Papua maupun di tempat lain,” pungkasnya.

Kegiatan nobar dan diskusi film Pesta Babi malam itu berlangsung terbuka untuk umum sejak pukul 19.30 WITA. Film dokumenter tersebut menyoroti perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan tanah dan ruang hidup mereka di tengah ekspansi industri besar serta proyek strategis nasional. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *