Medan Ekstrem, Tim Evakuasi Helikopter Eastindo Air Terpaksa Bermalam di Tebing Curam

TANAH BUMBU, borneoinfonews.com – Proses evakuasi helikopter milik PT Eastindo Air yang ditemukan jatuh di kawasan hutan terjal Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terus diwarnai drama. Medan ekstrem membuat tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan menghadapi kesulitan besar.

Dalam sebuah video yang diunggah akun relawan Tapin, terlihat sejumlah anggota tim evakuasi terpaksa bermalam di tengah tebing curam akibat jalur yang mustahil dilalui. “Nah, infonya malam ini kami tapajal di tabing. Naik kada kawa, turun kada kawa. Naik curam, turun banjir, nah labar,” ujar salah seorang relawan dalam video tersebut.

Selain curamnya medan, hujan deras yang mengguyur kawasan hutan menambah tantangan. Tanah licin dan arus air deras membuat jalur evakuasi berbahaya, sehingga pergerakan tim menjadi sangat terbatas.

Tangkapan layar video relawan Tapin saat tim evakuasi bermalam di tebing curam lokasi jatuhnya heli Eastindo Air.

Hingga Kamis (4/9/2025) malam, tim gabungan masih berupaya mencapai lokasi jatuhnya heli untuk memastikan kondisi para korban sekaligus mengevakuasi bangkai pesawat. Namun akses yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki menuntut stamina ekstra serta koordinasi ketat antarpetugas.

Sebelumnya, helikopter Eastindo Air dilaporkan hilang kontak sejak Senin (2/9/2025) saat dalam perjalanan dari Kotabaru menuju Tanah Bumbu. Setelah tiga hari pencarian, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan keberadaan heli tersebut di kawasan hutan pegunungan dengan kontur terjal.(bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *