Pemprov Kalsel Siapkan Rp150 Miliar, Pembangunan Bendungan Riam Kiwa Dipercepat

pembangunan bendungan riam kiwa kalsel

Pembebasan lahan jadi tahapan krusial, proyek strategis segera masuk tahap konstruksi

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa dengan dukungan anggaran sekitar Rp150 miliar untuk pembebasan lahan, Selasa (7/4/2026).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, usai kegiatan Musrenbang 2026 di Gedung Idham Chalid.

Muhidin menjelaskan, pembebasan lahan menjadi tahapan krusial yang saat ini terus dikoordinasikan bersama pihak terkait, khususnya untuk kawasan yang masuk wilayah kehutanan.

“Mengenai pembebasan lahan, kemarin kita sudah koordinasi. Mungkin itu rapat terakhir, karena ada ketentuan bahwa kita tidak bisa membebaskan pohon yang dianggap sebagai pohon hutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak semua objek di lahan terdampak dapat diberikan ganti rugi, terutama pohon yang tumbuh secara alami di kawasan hutan.

“Kalau pohon yang tumbuh dengan sendirinya di kawasan hutan, itu tidak bisa dihitung untuk ganti rugi. Berbeda dengan tanaman yang memang ditanam oleh masyarakat,” jelasnya.

Namun demikian, tanaman produktif milik masyarakat seperti karet tetap akan dihitung sebagai bagian dari kompensasi.

“Kecuali yang ditanam, seperti karet, itu bisa kita hitung dan memungkinkan untuk dibayar,” tambahnya.

Muhidin mengungkapkan, anggaran sekitar Rp150 miliar yang disiapkan Balai Wilayah Sungai diharapkan mampu mempercepat proses pembebasan lahan, sehingga pembangunan fisik bendungan dapat segera dimulai.

“Dari Balai sudah menyiapkan sekitar Rp150 miliar untuk pembebasan lahan. Jadi setelah lahan ini selesai, kita bisa langsung masuk ke tahap pembangunan,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa desain pembangunan bendungan telah tersedia, sehingga proses konstruksi dapat segera dilaksanakan setelah seluruh tahapan administrasi rampung. (bin/mc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *