Pemprov Kalsel Ubah Skema Penilaian BUMDesa, Targetkan Lebih Terukur dan Berkualitas

Rapat penilaian BUMDesa terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan

Penilaian BUMDesa terbaik kini dilakukan dua tahap, dari seleksi administrasi hingga verifikasi lapangan.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperbarui skema penilaian BUMDesa terbaik dengan sistem lebih ketat dan terukur guna mendorong peningkatan kualitas ekonomi desa.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), penilaian tahun ini dilakukan dalam dua tahap utama, yakni administrasi dan verifikasi lapangan.

Kepala Dinas PMD Kalsel melalui Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari, menjelaskan tahap awal berupa pengumpulan dan verifikasi dokumen dari kabupaten.

“Untuk tahun ini, penilaian BUMDesa terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan kami ubah menjadi dua tahap. Pertama tahap administrasi dari usulan kabupaten,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Dari proses tersebut, tim penilai akan menentukan lima BUMDesa terbaik yang kemudian masuk tahap lanjutan berupa kunjungan lapangan untuk mencocokkan data yang disampaikan.

“Selanjutnya lima besar akan kami lakukan kunjungan lapangan untuk verifikasi data,” tegasnya.

Antusiasme daerah pun cukup tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 10 kabupaten telah mendaftarkan BUMDesanya, sementara satu kabupaten lainnya masih dalam proses pengajuan.

Penilaian ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga instrumen pembinaan agar BUMDesa terus berkembang dan naik kelas.

Saat ini, terdapat 32 BUMDesa di Kalimantan Selatan yang telah masuk kategori maju, tersebar di beberapa wilayah seperti Tanah Bumbu dan Kabupaten Banjar, meski belum merata.

Melalui skema baru ini, pemerintah berharap jumlah BUMDesa maju terus meningkat dan mampu memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan. (bin/mk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *