DPKP Kalsel Gencarkan Kampanye Stop Boros Pangan di Sekolah dan CFD Banjarbaru

Siswa SDIT Insanurahman mengikuti edukasi Stop Boros Pangan dari DPKP Kalsel

Kampanye Stop Boros Pangan di Banjarbaru mengajak pelajar dan masyarakat mengurangi pemborosan makanan demi ketahanan pangan.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel terus menggencarkan kampanye Stop Boros Pangan kepada masyarakat. Edukasi ini berlangsung di SDIT Insanurahman Kota Banjarbaru pada Kamis (21/5/2026) dan berlanjut saat kegiatan donor darah di kawasan Car Free Day (CFD) Banjarbaru, Minggu (24/5/2026).

DPKP Kalsel Tanamkan Kesadaran Stop Boros Pangan Sejak Dini

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, menegaskan pentingnya edukasi sejak usia sekolah untuk membentuk kebiasaan bijak dalam mengonsumsi makanan.

Ia juga mengajak pelajar untuk menghargai makanan dan menghindari pemborosan pangan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya menghargai makanan dan tidak menyisakan pangan yang masih layak konsumsi,” kata Syamsir, Selasa (26/5/2026).

Dengan demikian, kampanye ini diarahkan untuk membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga ketersediaan pangan.

Edukasi Stop Boros Pangan Dikemas Interaktif di Sekolah

Di SDIT Insanurahman, tim DPKP Kalsel menghadirkan edukasi melalui permainan interaktif dan metode pembelajaran yang menyenangkan.

Selain itu, siswa juga diajak memahami dampak pemborosan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana kegiatan berlangsung santai dan membuat siswa antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Kegiatan ini melibatkan Food Bank of Indonesia serta dihadiri jajaran DPKP Kalsel, pihak sekolah, dan yayasan pendidikan.

Kampanye Stop Boros Pangan Jangkau Masyarakat di CFD Banjarbaru

Selain di sekolah, kampanye Stop Boros Pangan juga menyasar masyarakat umum di area Car Free Day Banjarbaru.

Kegiatan ini digelar bersama BPW OI Kalimantan Selatan bersamaan dengan aksi donor darah.

Selanjutnya, masyarakat mendapatkan edukasi tentang pentingnya mengelola makanan secara bijak untuk mengurangi limbah pangan.

Respons warga terlihat positif karena mereka tidak hanya mengikuti donor darah, tetapi juga aktif menerima edukasi ketahanan pangan. (bin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *