PLN UID Kalselteng Siap Hadiri Dialog FDM, Bantah Tak Respons Undangan

Perwakilan PLN UID Kalselteng memberikan keterangan mengenai undangan dialog dari Forum Demokrasi Milenial.

PLN menyatakan telah menerima undangan Forum Demokrasi Milenial dan siap mengirimkan perwakilan. Perusahaan juga meluruskan informasi terkait undangan yang disebut tidak mendapat respons.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) menegaskan komitmennya untuk menghadiri dialog terbuka yang diinisiasi Forum Demokrasi Milenial (FDM) Kota Banjarmasin. PLN juga meluruskan anggapan bahwa perusahaan tidak merespons undangan yang sebelumnya disampaikan FDM.

Senior Manager Perencanaan PLN UID Kalselteng, Roxy Swagerino, mengatakan pihaknya telah menerima surat undangan dialog dari Forum Demokrasi Milenial dan menyambut baik ajakan tersebut.

“Kami sudah menerima permohonan dari Forum Demokrasi Milenial yang kami sambut dengan baik. Sesuai tanggal atau agenda yang telah dijadwalkan, nanti akan ada perwakilan dari pihak PLN yang hadir,” ujar Roxy, Senin (27/7/2026).

Sementara itu, Humas PLN UID Kalselteng, Vigor Eusidero Hindami, menegaskan PLN selalu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan siap memenuhi undangan diskusi maupun forum publik.

“Terkait yang disampaikan rekan-rekan dari FDM, kami secara PLN menyambut baik semua undangan tersebut,” kata Vigor.

Humas PLN UID Kalselteng, Vigor Eusidero Hindami, menjelaskan komitmen PLN untuk menghadiri dialog terbuka bersama Forum Demokrasi Milenial (FDM) sekaligus meluruskan informasi terkait undangan yang disebut tidak mendapat respons.

Vigor menjelaskan, PLN sebelumnya telah mengirimkan dua orang perwakilan sebagai narasumber untuk menghadiri forum yang diinisiasi FDM. Namun, saat tim tiba di lokasi yang disebut berada di Red lane Cafe, Banjarmasin, kegiatan tersebut tidak berlangsung.

“Kami sudah mengirimkan rekan-rekan untuk menjadi narasumber. Namun ketika datang ke lokasi, kegiatan tersebut tidak dilaksanakan. Kami juga mengonfirmasi kepada pihak kafe dan ternyata tidak ada pemesanan tempat untuk kegiatan tersebut,” jelasnya.

Menurut Vigor, kondisi tersebut kemungkinan dipicu miskomunikasi sehingga muncul anggapan bahwa PLN tidak memberikan respons terhadap undangan FDM.

“Saat disampaikan dalam aksi hari ini bahwa PLN tidak merespons, kami khawatir ada miskomunikasi. Pada intinya, setiap ada undangan, insyaallah kami siap menghadiri,” ujarnya.

Sebelumnya, dua anggota Forum Demokrasi Milenial Kota Banjarmasin, Helmi Yahya dan Fahmi, mendatangi Kantor PLN UID Kalselteng di Banjarbaru. Keduanya menyerahkan surat undangan dialog terbuka sekaligus menggelar aksi simbolik dengan menumpang mengisi daya telepon genggam sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Koordinator Daerah Forum Demokrasi Milenial (FDM) Kota Banjarmasin, Helmi Yahya, berdialog dengan perwakilan PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) sebelum menyerahkan surat undangan dialog terbuka di Kantor PLN UID Kalselteng, Banjarbaru, Senin (27/7/2026).

Koordinator Daerah FDM Kota Banjarmasin, Helmi Yahya, mengatakan pihaknya berharap dialog terbuka dapat menjadi wadah komunikasi antara PLN dan masyarakat.

“Kami hanya ingin masyarakat mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai persoalan pemadaman listrik yang kembali terjadi,” ujar Helmi.

Forum Demokrasi Milenial menjadwalkan dialog terbuka tersebut pada Rabu (29/7/2026) di Banjarmasin. FDM akan mengumumkan lokasi dan waktu pelaksanaan lebih lanjut, sedangkan PLN UID Kalselteng memastikan akan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti forum tersebut. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *