Gema Sholawat di Banjarbaru diwarnai doa untuk menghentikan karhutla di Kalimantan, bencana NTT, Palestina, serta harapan bagi para pemimpin Indonesia.
BANJARBARU, borneoinfonews.com – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, Haddad Alwi mengajak masyarakat yang hadir dalam Gema Sholawat di Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru, untuk bersama-sama mendoakan agar kebakaran segera berakhir.
Doa tersebut disampaikan Haddad Alwi di hadapan masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya yang mengikuti Gema Sholawat, Sabtu (22/8/2026) malam.
“Ya Allah, tolong hentikan kebakaran di Kalimantan ini, Ya Allah. Sebab Engkau mampu menghentikan itu semua, Ya Allah,” ucap Haddad dalam doanya.
Tidak hanya karhutla di Kalimantan, Haddad juga mendoakan masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
“Ya Allah, tolong hentikan bencana di NTT, Ya Allah. Kuatkan saudara-saudara kami di NTT, Ya Allah. Hentikan semua bencana di negeri ini, Ya Allah.”
Doakan Palestina dan Para Pemimpin
Dalam doanya, Haddad Alwi juga menyampaikan kepedulian terhadap kondisi masyarakat Palestina.
“Ya Allah, kami tidak lupa. Kami minta kepada-Mu, Ya Allah, tolong selamatkan saudara-saudara kami di Palestina, Ya Allah. Merdekakan bangsa Palestina, Ya Allah.”
Ia kemudian meminta agar para pemimpin Indonesia diberikan petunjuk dan hidayah dalam menjalankan amanah.
“Ya Allah, kami minta kepada-Mu malam hari ini, tolong beri petunjuk pemimpin negeri ini, Ya Allah. Pemimpin-pemimpin kami, Ya Allah. Tolong beri petunjuk, beri hidayah pemimpin-pemimpin negara Indonesia, Ya Allah.”
Haddad juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi masyarakat apabila mengalami penderitaan.
“Kami cuma takut kalau rakyat menderita, mereka nanti dapat murka-Mu. Maka kami berdoa, beri hidayah mereka, Ya Allah.”
Ia pun meminta masyarakat ikut mendoakan kondisi bangsa.
“Tolong, kasihan rakyat Indonesia, Ya Allah. Mohon, doa sebagian dari masyarakat Indonesia ini, semoga Engkau ijabah segera, Ya Allah.”

Minta Warga Jaga Kebersihan dan Persatuan
Selain menyampaikan doa, Haddad Alwi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
“Sekarang lihat ke bawah semua. Yang ada sampah, langsung diambil sekarang juga. Langsung, jangan malu. Ya Allah, ini sebagian dari iman, membersihkan.”
Ia bahkan mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan sampah setelah kegiatan selesai.
“Malu kalau kita sholawatan, Habib pas pulang, Habib lihat sampah di mana-mana.”
Haddad menegaskan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari keimanan.
“Tidak sempurna iman seseorang kalau nggak bersih.”
Ia juga meminta masyarakat menjaga persatuan.
“Yang kedua, tolong persatuannya dijaga ya. Kurang keras, dijaga ya.”
Melalui kegiatan tersebut, Haddad berharap masyarakat yang hadir dapat membawa perubahan positif setelah pulang dari Gema Sholawat, termasuk dalam meningkatkan keimanan dan ibadah.
“Sepulangnya kami dari tempat ini semua tanpa kecuali, Ya Allah, bertambah iman kami kepada-Mu, bertambah ikatan cinta kami kepada-Mu, Ya Allah.”
Ia juga mendoakan mereka yang masih meninggalkan salat agar dapat memperbaiki ibadah.
“Kalau ada di antara kami yang datang di sini ada yang suka bolong-bolong sholatnya, habis ini nggak bolong-bolong lagi sholat.”
Haddad turut mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan mengonsumsi minuman keras.
“Kalau masih ada yang datang di tempat ini yang suka minum-minuman keras dan mabuk-mabukan, habis ini nggak mabuk-mabukan lagi, Ya Allah.”
Gema Sholawat tersebut digelar Pemerintah Kota Banjarbaru dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di penghujung kegiatan, Haddad Alwi menyampaikan harapan agar silaturahmi dengan masyarakat Banjarbaru tidak berhenti pada pertemuan malam itu.
“Abi berdoa, bukan cuma ketemu di Banjarbaru kita nanti, tapi kita ketemu di surga bersama Rasulullah.” (bin/rasyad)
