Digelar pada 21–25 Oktober di Lapangan Dr. Murjani, Banjarbaru, bazar menghadirkan produk unggulan lintas daerah, penjajakan kemitraan bisnis, aneka kuliner, dan hiburan Indra Sinaga.
BANJARBARU, borneoinfonews.com – Beragam produk unggulan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah meramaikan Bazar UMKM Adaro Spectapreneur 2026 di Lapangan Dr. Murjani, Kota Banjarbaru. Selain menjadi ajang promosi usaha lokal, kegiatan ini menghadirkan penjajakan kemitraan bisnis dan hiburan untuk menarik kunjungan masyarakat.
Bazar berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 dan diikuti ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah. Peserta berasal dari Kabupaten Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), hingga Barito Timur, Kalimantan Tengah.
Pengunjung dapat menemukan beragam produk, mulai dari kuliner tradisional, makanan ringan, minuman herbal, hasil perladangan, hingga kerajinan tangan dan aksesori adat. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk secara langsung sekaligus menjangkau calon pembeli baru.
Dukungan Adaro melalui program Spectapreneur turut membuka ruang promosi bagi UMKM. Selain mempertemukan penjual dan konsumen, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan pemasaran dan menjajaki kerja sama bisnis.
Business Matching Buka Peluang Kemitraan
Selain bazar, Adaro Spectapreneur menghadirkan business matching atau penjajakan kemitraan bisnis. Fasilitas ini diharapkan dapat mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra usaha untuk membuka peluang pemasaran dan kerja sama yang lebih luas.
Pengembangan UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari promosi dan peningkatan kualitas produk hingga akses pasar. Karena itu, peluang kemitraan menjadi salah satu hal yang diharapkan peserta agar manfaat kegiatan tidak berhenti ketika bazar berakhir.

Safna, pelaku UMKM FilaFilo dari Kabupaten Balangan, mengatakan kegiatan tersebut membantu usaha kecil memperkenalkan produk dan mengembangkan kreativitas.
“Dengan adanya Bazar UMKM Adaro Spectapreneur ini bisa bikin kami UMKM kecil menjadi lebih terkenal, bisa lebih berkarya,” ujar Safna.
Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
“Harapan kami dengan adanya bazar ini kami bisa menembus pasar lebih luas, produk semakin dikenal, ekonomi keluarga semakin meningkat,” katanya.
Produk Khas Daerah Jadi Daya Tarik
Kesempatan promosi juga dirasakan Yeri, perwakilan UMKM dari Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Menurutnya, pembinaan Adaro memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan memperkenalkan produk ke tingkat provinsi.
“Dengan pembinaan dari Adaro, mereka memberi ruang kami bertumbuh, meningkatkan baik kapasitas diri pelaku UMKM, kapasitas perizinan juga. Bahkan kita difasilitasi sampai memperkenalkan produk kita di kancah provinsi seperti ini,” kata Yeri.

Ia menyebut sejumlah konsumen dari Banjarbaru dan Banjarmasin mulai mengenal produk Barito Timur setelah melihat dan mencicipinya secara langsung.
“Dengan display di sini, banyak yang sudah mencicipi, beberapa kembali lagi membeli,” tuturnya.
Stan Balangan menghadirkan abon haruan, kacang bawang, madu Meratus, dodol waluh, lempok tiwadak, dan aneka camilan. Dari Tabalong, pengunjung dapat menemukan olahan herbal, produk madu, serta penyedap masakan berbahan daun rungkai.
Sementara itu, UMKM HSU menampilkan kerajinan purun, tas eceng gondok, dan olahan talipuk. Barito Timur membawa aneka produk rumahan, aksesori adat Dayak, serta beras gunung hasil perladangan masyarakat.
Keragaman produk ini memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal hasil usaha dan kekayaan lokal dari sejumlah daerah dalam satu lokasi.
Ada Kuliner dan Hiburan hingga Malam
Bazar UMKM Adaro Spectapreneur juga menghadirkan suasana kegiatan dari pagi hingga malam. Pengunjung dapat berkeliling stan, mencicipi aneka kuliner, membeli produk lokal, serta menikmati hiburan yang memeriahkan acara.

Kehadiran Indra Sinaga menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian kegiatan tersebut. Perpaduan promosi produk, kuliner, dan hiburan diharapkan mendorong masyarakat datang sekaligus mengenal lebih banyak produk UMKM.
Bazar dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 25 Oktober 2026, di Lapangan Dr. Murjani, Banjarbaru.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM berharap produknya semakin dikenal, jangkauan pemasaran bertambah luas, dan peluang kerja sama dapat berlanjut setelah acara selesai.
(borneoinfonews/rasyad)
