Kuliner dan Kerajinan Lokal Ramaikan Bazar UMKM Adaro

Pelaku UMKM dari sejumlah daerah memamerkan produk kuliner, madu, kerajinan purun, aksesori Dayak, dan beras gunung dalam Bazar UMKM Adaro Spectapreneur 2026 di Banjarbaru.

UMKM dari Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Utara, dan Barito Timur memamerkan produk unggulan, mulai dari olahan pangan dan madu hingga kerajinan purun, aksesori Dayak, serta beras gunung.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Beragam produk kuliner, olahan bahan alam, dan kerajinan tradisional mewarnai Bazar UMKM Adaro Spectapreneur di Lapangan Dr. Murjani, Banjarbaru, pada 21–25 Oktober 2026.

Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha dari sejumlah daerah dengan pengunjung yang ingin mengenal produk lokal. Para peserta memanfaatkan bazar untuk memperkenalkan inovasi sekaligus menunjukkan kekhasan daerah masing-masing.

Adaro Spectapreneur turut membuka peluang promosi bagi produk UMKM yang selama ini lebih banyak dikenal di wilayah pemasaran asalnya.

Balangan Hadirkan Ragam Olahan Pangan

Stan Kabupaten Balangan menampilkan abon haruan berbahan ikan gabus, abon mandai yang dipadukan dengan tuna, lempok tiwadak, dodol waluh dari Kecamatan Juai, madu Meratus, aneka sambal, dan bumbu siap pakai.

Pengunjung juga dapat menemukan Hintalu Snack berbahan telur asin, permen jelly buah naga, brownies crispy, Oharana Mini Crispy, aneka kue kering, kue cincin, opak, serta produk minuman herbal.

Salah satu peserta, Safna dari UMKM FilaFilo, memperkenalkan kacang bawang renyah dengan tiga varian rasa, yaitu balado, original, dan jeruk purut.

Safna menjelaskan bahwa produknya telah dipasarkan melalui sejumlah saluran penjualan.

“Produk ini juga dipasarkan secara online melalui Shopee, Tokopedia, serta telah masuk ke Indomaret dan Alfamart,” jelasnya.

Ia berharap keikutsertaan dalam bazar dapat membantu produk UMKM semakin dikenal dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Kerajinan Purun hingga Olahan Daun Rungkai

Dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Huda Agustina memperkenalkan kerajinan berbahan purun dan eceng gondok. Stan tersebut juga menampilkan talipuk yang diolah menjadi camilan, seperti stik dan bola-bola keripik.

Huda menjelaskan bahwa dukungan Adaro mencakup pelatihan pengemasan, peningkatan kualitas produk, tambahan modal, serta pemasaran digital.

Sementara itu, Kabupaten Tabalong menghadirkan produk dari merek Mozaik, antara lain bedak dingin tradisional, pupur basah, madu hutan, madu kelulut, olahan bunga telang, dan Rungkaiku, penyedap masakan berbahan daun rungkai.

Beragam produk tersebut menunjukkan pemanfaatan bahan lokal untuk kebutuhan pangan maupun perawatan tradisional.

Barito Timur Bawa Beras Gunung dan Aksesori Dayak

Dari Barito Timur, Kalimantan Tengah, Yeri memperkenalkan produk rumahan berupa jamu, keripik pisang, kerupuk rebung, ikan asin, gula aren, telur asin, kue kering, dan bawang goreng.

Stan Barito Timur juga menampilkan sinting dan lawung, aksesori adat masyarakat Dayak, serta beras gunung hasil perladangan masyarakat setempat.

Yeri mengatakan keikutsertaan dalam bazar membantu produk daerahnya dikenal oleh konsumen di luar Barito Timur.

“Dengan display di sini, banyak yang sudah mencicipi, beberapa kembali lagi membeli,” kata Yeri.

Menurutnya, kesempatan memperkenalkan produk secara langsung dapat membantu pelaku usaha menjangkau calon pembeli baru.

Promosi untuk Memperluas Pasar

Bazar UMKM Adaro Spectapreneur menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan produk sekaligus melihat respons konsumen secara langsung.

Interaksi dengan pengunjung juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengenali minat pasar dan mengembangkan penjualan.

Para peserta berharap kegiatan promosi seperti ini dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan pengenalan produk lokal, serta mendukung perkembangan usaha mereka.

(borneoinfonews/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *