Revitalisasi Pancasila di Bulan Ramadhan: Habib Hamid Bahasyim Ajak Warga Banjarbaru Perkuat Nilai Kebangsaan

Banjarbaru, borneoinfonews.com– Dalam konteks penguatan ideologi kebangsaan, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Hamid Bahasyim, menginisiasi sosialisasi bertajuk Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila di Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada 22-24 Maret 2025. Kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, dalam upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai urgensi implementasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Habib Hamid Bahasyim, usai melaksanakan kegitan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut

Tambahkan Pos Baru

Pancasila dan Signifikansi Ramadhan dalam Pembentukan Karakter Bangsa

Sosialisasi ini bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan esensi bulan Ramadhan yang menekankan prinsip persatuan, toleransi, dan gotong royong.

“Ramadhan merupakan bulan refleksi yang menanamkan nilai kesabaran, kepedulian, serta kebersamaan. Prinsip-prinsip ini selaras dengan nilai-nilai fundamental Pancasila yang harus senantiasa diimplementasikan dalam kehidupan sosial,” ujar Habib Hamid dalam pemaparannya.

Photo bersama warga Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru usai melaksanakan sosialisasi

Dalam era digital yang sarat dengan disinformasi dan polarisasi sosial, ia menegaskan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap Pancasila dapat menjadi filter dalam menyikapi perbedaan perspektif yang kerap muncul di ruang publik, terutama di media sosial.

“Di tengah maraknya informasi yang dapat memecah belah persatuan, kita harus memahami bahwa nilai-nilai Pancasila dan ajaran Ramadhan mengajarkan kita untuk senantiasa mengutamakan kebersamaan di atas perbedaan,” tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti bahwa aksi-aksi sosial seperti berbagi takjil, donasi, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya selama Ramadhan merupakan manifestasi konkret dari semangat gotong royong dalam Pancasila yang perlu terus diperkuat.

Respons Masyarakat dan Harapan terhadap Penguatan Ideologi Pancasila

Tingginya antusiasme peserta di Desa Banyu Irang dan Palam menunjukkan adanya kesadaran kolektif akan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila, terutama dalam konteks kehidupan sosial yang semakin kompleks.

Salah seorang peserta, Rahmat (45), mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai keterkaitan antara Pancasila dan ajaran Islam dalam konteks Ramadhan.

“Sering kali kita mengabaikan bahwa prinsip-prinsip Pancasila memiliki banyak keselarasan dengan ajaran Islam, seperti keadilan sosial, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama. Sosialisasi ini membuka wawasan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan bagian dari implementasi ajaran agama,” ujarnya.

Habib Hamid menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran teori semata, melainkan harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Urgensi Peran Pemimpin Lokal dalam Mewujudkan Harmoni Sosial

Diskusi interaktif yang menjadi bagian dari kegiatan ini menggarisbawahi pentingnya peran pemimpin di tingkat komunitas, seperti RT dan RW, dalam menjaga stabilitas sosial dan menyelesaikan konflik di masyarakat secara efektif.

“Setiap permasalahan sosial harus segera diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Pemimpin komunitas harus hadir sebagai mediator yang mampu menengahi berbagai persoalan dengan pendekatan yang bijak,” ungkap Habib Hamid.

Ia membagikan pengalaman di mana mediasi yang dilakukan oleh pemimpin lokal berhasil meredam potensi konflik dan mencegah eskalasi ke ranah hukum.

Di samping itu, ia menyoroti pentingnya silaturahmi dalam membangun kedekatan antara masyarakat dan pemimpin mereka, terutama di bulan Ramadhan yang menjadi momentum refleksi dan penguatan solidaritas sosial.

“Interaksi langsung dengan masyarakat memungkinkan kita memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam. Ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar komunikasi melalui media kampanye,” tutupnya.

(Borneo Info News | Rasyad ‘Pemburu Balu’)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *