BANJAR, borneoinfonews.com – Peristiwa longsor yang terjadi di kawasan tambang Gunung Batu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin (3/11/2025), sempat menimbulkan kehebohan di media sosial. Namun, pengawas tambang CV. Sumber Rezeki, Rudy Kusnadi, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun alat berat yang tertimbun dalam insiden tersebut.
Menurut penuturan Rudy, kejadian berawal sekitar pukul 10.00 WITA ketika aktivitas produksi tambang tengah berjalan seperti biasa. “Pagi itu kita beraktivitas normal. Sekitar jam 12 siang hujan deras turun cukup lama, jadi kita istirahat,” ujarnya.

Setelah hujan mulai reda sekitar pukul 13.00, pihaknya sempat mendapati tanda-tanda kecil potensi longsor. “Ada serpihan-serpihan tanah yang mulai turun. Saya langsung instruksikan ke tim, jangan produksi dulu, demi keselamatan. Pak Haji Muhammad juga setuju, kita berhenti sementara,” jelasnya.
Baca Juga: Pasca Longsor, Aktivitas Tambang Dihentikan Sementara
Menjelang pukul 15.00, kata Rudy, intensitas pergeseran tanah semakin meningkat hingga akhirnya terjadi longsor di salah satu sisi bukit. “Kita sudah mengamankan alat dan pekerja. Jadi pas longsor terjadi, semua orang sudah di luar area rawan. Tidak ada alat berat yang tertimbun, tidak ada korban jiwa,” tegasnya.
Rudy menyesalkan beredarnya kabar bohong yang menyebut ada alat berat tertimbun di lokasi. “Itu hoaks. Saya sendiri menyaksikan kejadian secara langsung. Semua pekerja aman,” ujarnya menepis isu tersebut.
Sebagai langkah tanggap, kegiatan tambang sementara dihentikan menunggu arahan lebih lanjut dari pihak kepolisian dan pengelola utama tambang. “Kita patuhi instruksi. Yang penting keselamatan nomor satu,” pungkasnya. (bin/rasyad)
