BANJARBARU, borneoinfonews.com – Suasana halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (10/11/2025), menjadi sorotan publik. Dua lembaga swadaya masyarakat, Sahabat Anti Kecurangan Bersatu (Sakutu) dan Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalsel, menggelar aksi damai yang diwarnai orasi tegas di hadapan Gubernur Kalimantan Selatan, Ketua DPRD, serta jajaran Direksi dan Komisaris Bank Kalsel.
Dalam kesempatan itu, Pimpinan LSM Sakutu, Aliansyah, menyuarakan kritik tajam terhadap pengelolaan dana publik di tubuh Bank Kalsel. Ia meminta agar seluruh pihak, termasuk pejabat dan jajaran komisaris bank daerah tersebut, bertanggung jawab secara terbuka atas sejumlah persoalan yang dinilai merugikan kepercayaan masyarakat.
“Sebelum saya menyampaikan apa yang menjadi atensi rakyat Kalimantan Selatan, izinkan spanduk aksi ini dibuka. Ini bentuk kepedulian kami terhadap dana rakyat yang mengendap. Rakyat ingin tahu, ke mana uang mereka dikelola,” ujar Aliansyah membuka orasinya.
Dalam orasinya yang disambut seruan massa, Aliansyah menyinggung dugaan dana masyarakat yang disimpan dalam deposito dan giro, alih-alih dimanfaatkan untuk pembangunan.
“Dana rakyat bukan untuk disimpan di deposito, tetapi untuk pembangunan. Keuntungan rakyat bukan dari bunga, tapi dari hasil nyata yang bisa mereka rasakan,” tegasnya.
Sorotan lain tertuju pada isu salah input dana Rp5,1 triliun yang sempat mencuat ke publik. Aliansyah menyebut hal itu sebagai indikasi lemahnya tata kelola dan pengawasan internal.
“Kalau salah input dua ratus ribu, itu hal kecil. Tapi ketika Rp5,1 triliun, ini sudah persoalan besar. Harus ada evaluasi total di Bank Kalsel,” ujarnya lantang.
Tidak hanya soal dana, Aliansyah juga menyoroti penempatan posisi komisaris di Bank Kalsel yang dinilai sarat kepentingan politik. Ia bahkan menyebut nama anak Gubernur yang disebut turut menjabat sebagai komisaris.
“Sangat disayangkan kalau anak pejabat publik dimasukkan jadi komisaris. Kalau mau jadi pejabat, silakan ikut proses politik yang terbuka, bukan lewat jalur penunjukan,” tambahnya.
Dalam penutup orasinya, Aliansyah menegaskan bahwa aksi ini bukan serangan pribadi, melainkan bentuk kepedulian masyarakat terhadap transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam pengelolaan dana publik di Kalimantan Selatan.
“Kami tidak punya kepentingan pribadi. Ini murni suara rakyat yang ingin pembangunan benar-benar dirasakan, bukan hanya angka di atas kertas,” tutupnya dengan nada tegas.
Aksi tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Perwakilan LSM Sakutu dan KAKI Kalsel menyatakan siap berdialog langsung dengan pemerintah daerah serta pihak Bank Kalsel demi kejelasan dan transparansi keuangan daerah. (bin/rasyad)
