Upaya penipuan berkedok BPN kembali terjadi di Banjarbaru. Kepala Kantor ATR/BPN turun langsung menenangkan calon korban dan memberikan edukasi agar tidak terjebak skema penipuan.
BANJARBARU, borneoinfonews.com – Kali ini, pelaku mengaku sebagai petugas BPN dan menargetkan warga pemilik sertifikat tanah non-elektronik, meminta mereka datang ke kantor untuk “verifikasi sertifikat”.
Dalam percakapan langsung, pelaku meminta salinan KTP, Kartu Keluarga, sertifikat tanah, dan sejumlah dana. Situasi mulai mencurigakan saat pelaku mengarahkan korban ke aplikasi perbankan digital.
“BPN tidak pernah meminta masyarakat membuka aplikasi perbankan, memindahkan dana, atau membuat rekening baru melalui telepon atau video call,” tegas Kepala Kantor BPN, Dr. Ahmad Suhaimi.
Kepala BPN menegaskan bahwa seluruh layanan pertanahan hanya dilakukan melalui kantor resmi atau kanal pelayanan yang ditetapkan pemerintah. Tujuannya agar masyarakat tetap aman dari penipuan.
Masyarakat diimbau untuk segera mendatangi bank atau kantor BPN jika menerima panggilan mencurigakan, tidak memberikan data pribadi, nomor rekening, atau kode OTP, serta melaporkan indikasi penipuan. (bin/Rasyad)
