Puskesmas Tebing Tinggi Kembangkan Empat Inovasi, Perluas Akses Layanan Kesehatan

Kepala UPT Puskesmas Tebing Tinggi Rusma Wahyudi menjelaskan inovasi pelayanan kesehatan masyarakat

Cerita Hati, Lake Acil, Pengamin Open TB, dan Nasi Samin menjadi inovasi unggulan untuk memperkuat pencegahan penyakit, menjangkau wilayah terpencil, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Balangan.

PARINGIN, borneoinfonews.com – UPT Puskesmas Tebing Tinggi Kabupaten Balangan terus mengembangkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses kesehatan masyarakat, serta memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular.

Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Puskesmas Tebing Tinggi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan dan warga yang tinggal di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan terbatas.

Kepala UPT Puskesmas Tebing Tinggi, Rusma Wahyudi, mengatakan inovasi pelayanan kesehatan dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit sekaligus memastikan pasien mendapatkan pendampingan yang optimal.

“Inovasi yang kami kembangkan bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit, serta memastikan pasien mendapat pendampingan optimal. Kami berharap inovasi ini memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Salah satu inovasi yang dijalankan adalah Cerita Hati atau Cegah dan Cari Penderita HIV AIDS di Tebing Tinggi. Program ini difokuskan pada upaya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan penderita HIV/AIDS melalui pendekatan edukatif dan pendampingan yang lebih humanis.

Melalui inovasi tersebut, masyarakat didorong untuk lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini guna mencegah penyebaran HIV/AIDS dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Selain itu, Puskesmas Tebing Tinggi juga menghadirkan inovasi Lake Acil atau Layanan Kesehatan Akses Terpencil. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di daerah yang sulit diakses sehingga tetap memperoleh layanan kesehatan dasar secara optimal dan merata.

Tenaga kesehatan secara langsung mendatangi wilayah terpencil guna memberikan pelayanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi kepada masyarakat.

Dalam upaya pengendalian tuberkulosis, Puskesmas Tebing Tinggi mengembangkan inovasi Pengamin Open TB atau Pengawasan Minum Obat pada Penderita TB. Inovasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara rutin dan tuntas.

Melalui pengawasan serta pendampingan intensif, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan risiko penularan penyakit tuberkulosis di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, inovasi Nasi Samin atau Layanan Konseling Klinik Sanitasi dengan Metode Sehat Lingkungan dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit berbasis lingkungan.

Melalui layanan tersebut, tenaga kesehatan memberikan edukasi terkait faktor penyebab penyakit, cara pencegahan, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna menciptakan pola hidup sehat yang berkelanjutan.

Rusma Wahyudi menambahkan keberhasilan berbagai program kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, keluarga pasien, serta kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di wilayah Kabupaten Balangan.

“Dengan inovasi yang terus dikembangkan, UPT Puskesmas Tebing Tinggi optimis dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, memperluas akses layanan, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera,” harapnya. (bin/ip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *