KPP mencatat realisasi Rp19,24 triliun kepada 91 ribu debitur. Pemerintah mendorong perluasan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat dan UMKM melalui peningkatan plafon program.
JAKARTA, borneoinfonews.com – Pemerintah terus memperkuat akses pembiayaan sektor perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga Juni 2026, program ini mencatat penyaluran sebesar Rp19,24 triliun kepada lebih dari 91 ribu debitur. Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembiayaan perumahan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong peningkatan plafon KPP tahun 2026 dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
Pemerintah Dorong Penguatan KPP
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rapat koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM di Jakarta, Senin (22/6/2026). Dalam forum tersebut, pemerintah membahas penguatan KPP sebagai program strategis untuk mendukung ekosistem perumahan nasional.
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa pemerintah meluncurkan KPP pada Oktober 2025. Program ini mendorong pembiayaan di sektor suplai dan permintaan perumahan. Selain itu, pemerintah juga melibatkan berbagai lembaga keuangan untuk mempercepat penyaluran kredit.
Penyaluran KPP Terus Meningkat
Sejak awal pelaksanaan, KPP menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada Oktober–Desember 2025, penyaluran mencapai Rp5,64 triliun kepada 12.175 debitur. Memasuki 2026, penyaluran terus meningkat seiring tingginya kebutuhan masyarakat.
Hingga 20 Juni 2026, realisasi mencapai Rp19,24 triliun atau sekitar 54 persen dari target awal. Dari jumlah tersebut, sebagian besar debitur berasal dari sektor permintaan, sementara sisanya dari sektor penyediaan.
Pemerintah Usulkan Kenaikan Plafon
Melihat capaian tersebut, pemerintah mengusulkan kenaikan plafon KPP menjadi Rp50 triliun. Langkah ini bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor perumahan.
Maruarar menegaskan pemerintah ingin memastikan manfaat program dirasakan lebih luas. Ia juga menilai peningkatan plafon dapat memperkuat pertumbuhan sektor perumahan nasional.
Peran Perbankan Menguat
Bank Himbara menjadi penyalur utama dengan kontribusi lebih dari 93 persen dari total realisasi. BRI, BTN, BNI, BSI, dan Bank Mandiri mencatat penyaluran terbesar dalam program ini.
Selain itu, bank pembangunan daerah dan bank swasta juga turut memperluas akses pembiayaan. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.(bin/ip)
