Kebakaran lahan di Desa Padang Panjang berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam berkat koordinasi cepat petugas, relawan, dan masyarakat.
BANJAR, borneoinfonews.com – Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran lahan meluas di kawasan Gunung Madang (Kosambi), RT 03, Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (3/8/2026). Berawal dari laporan seorang warga yang juga anggota Tim Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggap (RAKAT), petugas segera bergerak ke lokasi dan berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar satu jam.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung menuju lokasi dan berhasil mengendalikan api sekitar pukul 16.30 WITA sebelum merambat ke area yang lebih luas.

Tim gabungan yang menangani kebakaran terdiri dari personel Polres Banjar, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kabupaten Banjar, PMI Kabupaten Banjar, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Tim Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggap (RAKAT), serta masyarakat setempat.
Berawal dari Laporan Anggota RAKAT
Salah seorang saksi mata, Muhammad Muzaffar, warga Desa Padang Panjang yang juga anggota Tim Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggap (RAKAT), mengatakan dirinya pertama kali melihat titik api saat dalam perjalanan pulang dari bekerja menuju kampung halamannya.
“Awalnya saya melihat ada api kecil. Saya sempat lewat karena belum yakin. Setelah saya kembali untuk memastikan, ternyata memang benar terjadi kebakaran lahan dan tidak ada seorang pun di lokasi. Saya langsung menginformasikannya ke grup Emergency RAKAT, grup kampung, dan grup relawan lainnya,” ujarnya.

Muzaffar mengaku sempat mendengar suara ledakan kecil ketika menemukan titik api.
“Ada sedikit ledakan kecil. Kemungkinan dari korek api, tapi saya tidak melihat ada orang di sekitar lokasi,” katanya.
Laporan tersebut langsung direspons oleh tim gabungan. Berkat koordinasi yang cepat antara petugas, relawan, dan masyarakat, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke kawasan sekitar.
Medan Sulit Jadi Tantangan
Petugas BPBD Kabupaten Banjar, Zubairi, mengatakan pada hari yang sama tim gabungan juga menangani sejumlah kebakaran lahan di beberapa wilayah Kabupaten Banjar.
“Hari ini cukup banyak. Di wilayah Cintapuri ada sekitar empat titik, kemudian dua titik di Tajau Landung. Belum lagi di daerah Keramat. Rata-rata yang terbakar merupakan lahan tidur, rawa, hingga hutan galam,” ujarnya.

Menurut Zubairi, luas lahan yang terbakar di Gunung Madang diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare.
Ia menjelaskan kebakaran di lahan mineral memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan gambut. Kondisi tanah yang lebih kering membuat api lebih cepat menyebar, terutama saat angin bertiup kencang.
“Kalau di lahan mineral rata-rata kondisinya lebih kering sehingga api lebih cepat menyebar, apalagi kalau disertai angin kencang. Karena itu pemadaman dini sangat penting agar api tidak semakin membesar,” jelasnya.
Selain itu, petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air dan sulitnya akses menuju titik kebakaran.
“Kalau di daerah pegunungan atau lahan mineral, titik air cukup sulit. Akses kendaraan roda empat maupun roda dua juga sering tidak bisa menjangkau lokasi. Kalau kondisi kebakaran membesar, biasanya kami berkoordinasi dengan provinsi untuk meminta bantuan pemadaman melalui jalur udara menggunakan helikopter water bombing,” katanya.

Imbau Warga Tidak Membakar Lahan
Zubairi mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran yang lebih luas serta mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan. Selain berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, asap yang ditimbulkan juga membahayakan kesehatan masyarakat, terlebih jika kebakaran terjadi di dekat permukiman,” pungkasnya. (bin/rasyad)
