Ketua Dewan Adat Dayak Kalsel Dukung Polri Berantas Korupsi

Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kalimantan Selatan Mandan menyampaikan dukungan kepada Polri dalam penegakan hukum.

Mandan menilai profesionalisme, objektivitas, dan akuntabilitas menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Dukungan terhadap langkah Polri dalam mengungkap berbagai kasus korupsi yang menjadi perhatian publik terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Ketua Umum Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Selatan, Mandan, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya Polri dalam menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mandan dikediamannya pada Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, profesionalisme aparat penegak hukum merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.

“Kami mendukung penuh Polri dalam penegakan hukum di Indonesia. Profesionalisme aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai penanganan perkara korupsi strategis yang dilakukan Polri melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas merupakan langkah penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Kami melihat upaya Polri dalam menangani perkara korupsi strategis dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas. Konsistensi dalam penegakan hukum akan menjadi modal penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” katanya.

Mandan berharap Polri terus konsisten menindak setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi tanpa membedakan jabatan maupun latar belakang. Menurutnya, penegakan hukum yang profesional, transparan, dan sesuai prosedur akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Dukungan dari tokoh adat maupun tokoh agama merupakan harapan agar Polri terus konsisten menindak siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu, sehingga penegakan hukum benar-benar memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” tuturnya.

Mengakhiri pernyataannya, Mandan menyampaikan salam adat Dayak, “Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata,” sebagai simbol nilai keadilan, persatuan, dan penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menjadi falsafah hidup masyarakat Dayak. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *