Proyek Jembatan Hampir Rp1 Miliar di Mandikapau Tak Bergerak, Warga Pertanyakan Kelanjutannya

Proyek pembangunan jembatan di Desa Mandikapau Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Aktivitas Pembangunan Disebut Berhenti Sejak Beberapa Pekan

MARTAPURA, borneoinfonews.com – Warga Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mempertanyakan kelanjutan pembangunan jembatan senilai hampir Rp1 miliar yang hingga kini disebut tidak menunjukkan aktivitas pekerjaan selama beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, proyek pembangunan jembatan tersebut mulai dikerjakan pada Mei 2026. Namun, aktivitas di lapangan hanya berlangsung sekitar dua pekan sebelum akhirnya tidak lagi terlihat adanya pekerjaan maupun pekerja di lokasi proyek.

“Awalnya ada pekerjaan sekitar dua minggu. Setelah itu sudah tidak terlihat lagi aktivitas di lokasi,” ujar salah seorang warga kepada borneoinfonews.com, selasa (9/6/2026).

Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama karena jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah dan setiap hari digunakan warga untuk berbagai aktivitas.

Menurut informasi yang dihimpun, sejumlah warga menduga pihak pelaksana proyek masih mengerjakan pekerjaan di lokasi lain. Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan masyarakat dan belum mendapat konfirmasi dari pihak kontraktor.

Warga menyoroti proyek pembangunan Jembatan Mandikapau senilai hampir Rp1 miliar yang disebut berhenti beraktivitas selama beberapa pekan terakhir. Foto: borneoinfonews.com/Rasyad.
Warga menyoroti proyek pembangunan Jembatan Mandikapau senilai hampir Rp1 miliar yang disebut berhenti beraktivitas selama beberapa pekan terakhir. Foto: borneoinfonews.com/Rasyad.

Selain menyoroti lambannya progres pembangunan, warga juga mengeluhkan kondisi jembatan darurat yang digunakan selama proses pembangunan berlangsung. Menurut pengakuan warga sekitar, mereka beberapa kali melakukan perbaikan, karena terdapat beberapa bagian kayu yang patah serta paku yang tidak terpasang dengan baik.

“Beberapa kali warga memperbaiki sendiri karena ada kayu yang rusak. Kami khawatir kalau dibiarkan bisa membahayakan pengguna jalan,” kata warga lainnya.

Warga menilai kondisi jembatan darurat tersebut perlu mendapatkan perhatian serius mengingat setiap hari masih dilintasi masyarakat, ada yang hendak berobat ke puskesmas, termasuk kendaraan yang membawa hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari, tak jarang pengendara roda empat yang tak mengetahui ada perbaikan terpaksa harus memutar dengan jarak yang cukup jauh.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh CV Sari Alam Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp958.064.947. Proyek itu memiliki masa pelaksanaan selama 150 hari kalender dan bersumber dari APBD Kabupaten Banjar Tahun Anggaran 2026.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) dapat memberikan penjelasan terkait progres pekerjaan serta alasan tidak adanya aktivitas pembangunan dalam beberapa pekan terakhir.

Papan proyek pembangunan Jembatan Mandikapau Barat yang dikerjakan dengan nilai kontrak hampir Rp1 miliar. Foto: borneoinfonews.com/Rasyad

Selain itu, warga juga meminta agar pekerjaan dapat segera dilanjutkan dan dipercepat mengingat jembatan tersebut memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas masyarakat antarwilayah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait masih dalam upaya konfirmasi untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi terkini pembangunan jembatan tersebut. (bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *