Detik-detik Menegangkan Elf Rombongan Terjun ke Jurang di Tahura Mandiangin

Evakuasi minibus Elf masuk jurang di paralayang Tahura Sultan Adam Mandiangin.

Saksi Sebut Mobil Sempat Ditinggal Sopir, Sebagian Penumpang Masih di Dalam

Mandiangin, borneoinfonews.com – Sebuah minibus Elf bernomor polisi DA 7647 HB yang membawa rombongan wisatawan dari Barabai terjun dan terguling ke jurang di kawasan paralayang Tahura Sultan Adam, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (7/2/2026) malam.

Insiden terjadi saat rombongan tiba di lokasi dan berencana bermalam di kawasan villa Tahura Sultan Adam.

Kendaraan yang membawa 12 penumpang tersebut diparkir di area turunan yang cukup curam di sekitar lokasi paralayang sebelum akhirnya meluncur tak terkendali.

Petugas bersama relawan mengevakuasi minibus Elf rombongan dari Barabai yang terjun ke jurang di kawasan paralayang Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Sabtu (7/2/2026) malam.

Sopir berinisial F.R. (45) mengaku telah mengamankan kendaraan sebelum turun.
“Saat itu mobil dalam posisi terparkir di turunan yang cukup curam. Rem tangan sudah ditarik dan sudah diganjal. Tapi begitu saya turun, mobil tiba-tiba berjalan sendiri dan tidak sempat saya hentikan hingga akhirnya masuk jurang,” tuturnya.

Minibus kemudian meluncur sekitar 100 meter dari titik parkir awal sebelum terperosok ke jurang sedalam kurang lebih empat meter.

Kesaksian Saksi Mata

Salah seorang saksi mata di lokasi, berinisial FA yang merupakan fotografer di kawasan Tahura Sultan Adam, turut menceritakan kronologi sebelum kendaraan masuk jurang.

Menurutnya, saat kejadian mobil dalam kondisi terparkir tanpa sopir di dalam.
“Kayaknya itu sopirnya parkir. Terus sebagian penumpang turun. Sopirnya juga ikut turun, jadi pas kejadian itu mobil tanpa sopir, cuma direm tangan saja,” ujarnya.

Proses evakuasi minibus Elf dilakukan pada malam hari dengan penerangan terbatas di kawasan Tahura Sultan Adam.(foto: rasyad)

FA menambahkan, tidak seluruh penumpang turun saat kendaraan diparkir di turunan tersebut.

“Sebagian penumpang sudah turun, tapi masih ada sekitar empat atau lima orang di dalam mobil. Bahkan ada satu yang sempat loncat,” jelasnya.

Ia juga menyebut, saat proses evakuasi berlangsung, beberapa korban berhasil dikeluarkan dari dalam kendaraan.

“Tadi yang keluar dari mobil pas evakuasi ada tiga orang,” katanya.

Kondisi minibus Elf yang membawa rombongan wisatawan asal Barabai setelah terjun ke jurang sedalam sekitar empat meter di kawasan paralayang Tahura Sultan Adam. (foto: rasyad)

Sementara korban yang mengalami luka dan membutuhkan penanganan medis diperkirakan lebih banyak.

“Yang dibawa ke rumah sakit itu sekitar lima orang,” pungkasnya.

Proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup sulit karena medan yang curam dan berbatu. Sedikitnya lima unit mobil emergency dikerahkan untuk mengangkat minibus dari dasar jurang.

Tim yang terlibat di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Emergency Banjar Respons (EBR), REGAS, unsur kepolisian termasuk kendaraan taktis (rantis) milik Polres Banjar, serta relawan emergency lainnya yang turut membantu di lapangan.

Seluruh unsur bekerja bersama, mulai dari membuka akses evakuasi di medan terjal, mengevakuasi korban dari dalam kendaraan, hingga melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian agar proses penarikan minibus dapat berlangsung aman dan terkendali.

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai insiden minibus Elf rombongan wisatawan masuk jurang di kawasan paralayang Tahura Sultan Adam, Mandiangin. (foto: rasyad)

Evakuasi memakan waktu lebih dari dua jam hingga kendaraan berhasil dievakuasi.

Sejumlah ambulans juga disiagakan di lokasi untuk penanganan korban luka yang kemudian dibawa ke rumah sakit di Banjarbaru dan Martapura.

Sementara pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan jalur yang dilalui.

Petugas melakukan pengukuran di area kejadian Elf masuk jurang di kawasan wisata Tahura Sultan Adam.(foto: rasyad)

Sementara itu, sopir beserta kendaraan elf yang mengalami kecelakaan telah diamankan di Polres Banjar untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun dugaan penyebab kecelakaan.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, aktivitas wisata Tahura Sultan Adam Mandiangin tetap beroperasi normal.(bin/rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *