Tokoh Lintas Agama Perkuat Kerukunan di Banjarbaru

Tokoh lintas agama mengikuti dialog kerukunan umat beragama di Kota Banjarbaru.

FKUB, BAMAGNAS, dan PCNU Banjarbaru menggelar dialog lintas agama untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, serta menjaga persatuan dalam keberagaman.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – Semangat persatuan dalam keberagaman kembali ditegaskan melalui pertemuan dan dialog tokoh lintas agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banjarbaru bersama Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Banjarbaru dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjarbaru di Warung Bu Djoko, Jalan Trikora, Banjarbaru, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan tokoh dari lima agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, dalam suasana penuh kekeluargaan. Dialog berlangsung hangat sebagai ruang memperkuat komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menjaga semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Banjarbaru.

Dalam pertemuan itu, para tokoh lintas agama juga membahas pentingnya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama. Mereka sepakat bahwa kerukunan menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Selain itu, para peserta berharap seluruh elemen pelayanan publik di Kota Banjarbaru senantiasa mengedepankan kebijaksanaan, keberanian, integritas, kejujuran, serta rasa keadilan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Salah seorang anggota FKUB Kota Banjarbaru, Helmi Anang Bustani, mengatakan dialog lintas agama memiliki peran penting dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Kegiatan seperti ini sangat perlu terus dilaksanakan karena memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat. Dialog lintas agama menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, membangun saling pengertian, serta menjaga kerukunan yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kota Banjarbaru. Ini menjadi salah satu modal penting dalam mewujudkan Banjarbaru EMAS,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi yang terus terjalin antarumat beragama akan memperkuat semangat toleransi dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Kolaborasi lintas agama tersebut menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan terus tumbuh dan berkembang di Kota Banjarbaru. Dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, saling menghormati, dan gotong royong, Banjarbaru diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang berhasil merawat keberagaman sebagai kekuatan untuk mewujudkan Banjarbaru Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera (EMAS). (bin/mcb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *