PLN UID Kalselteng Pastikan Tindak Lanjuti Aspirasi Mahasiswa Terkait Gangguan Listrik

Manajemen PLN UID Kalselteng memberikan keterangan usai menerima audiensi mahasiswa di Banjarbaru.

Manajemen menyatakan seluruh masukan akan dipelajari sesuai SOP, sementara tim teknis terus bekerja 24 jam mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

Di tengah keluhan masyarakat akibat gangguan listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, PT PLN (Persero) UID Kalselteng membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Dalam audiensi tersebut, manajemen PLN menyatakan siap menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.

BANJARBARU, borneoinfonews.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) memastikan akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa terkait gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan usai jajaran manajemen PLN menerima audiensi mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kantor PLN UID Kalselteng, Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Kalselteng, Muhammad Arif Fitri, mengapresiasi mahasiswa yang memilih menyampaikan aspirasi melalui dialog secara langsung.

“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang sudah bersilaturahmi ke sini. Kami menerima beberapa masukan dan akan menindaklanjutinya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyerahkan lima poin tuntutan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan, transparansi informasi, hingga kompensasi bagi pelanggan terdampak gangguan listrik.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Kalselteng Muhammad Arif Fitri memberikan keterangan kepada awak media usai menerima audiensi mahasiswa di Kantor PLN UID Kalselteng, Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).

Arif mengatakan seluruh aspirasi tersebut akan dipelajari dan diproses sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku di lingkungan PLN.

“Tuntutan tadi akan kami tindak lanjuti sesuai SOP dan aturan yang berlaku di PLN. Nanti akan kami pelajari kembali,” katanya.

Menurutnya, gangguan pasokan listrik yang terjadi belakangan ini disebabkan adanya kendala pada sistem kelistrikan sehingga PLN harus menerapkan manajemen beban di sejumlah wilayah untuk menjaga stabilitas sistem.

Karena itu, PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya agar proses pemulihan dapat berlangsung secepat mungkin.

“Kami berharap kelistrikan di Kalimantan ini berangsur-angsur segera pulih kembali seperti yang kita harapkan sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali normal,” jelasnya.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat dan mohon doa agar permasalahan ini segera selesai sehingga masyarakat dapat menikmati listrik seperti yang diharapkan,” ucap Arif.

Ia menegaskan saat ini personel PLN bekerja tanpa henti untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan.

“Tim PLN saat ini bekerja 24 jam sehari, tujuh hari dalam sepekan agar sistem kelistrikan di Kalimantan segera normal kembali,” katanya.

Terkait target pemulihan, Arif berharap kondisi pasokan listrik dapat membaik secara bertahap sepanjang Juli 2026.

“Mudah-mudahan di bulan Juli ini bisa berangsur-angsur segera pulih kembali. Kami berharap secepatnya sistem kelistrikan kembali normal,” pungkasnya.

Audiensi antara mahasiswa dan manajemen PLN berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian serta berakhir dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. (bin/Rasyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *