Polisi Ungkap Kasus Kematian Mahasiswi di Lingkungan Kampus STIHSA

Di tengah penantian rilis resmi kepolisian, sebuah dokumen internal yang memuat kronologi lengkap kasus kematian mahasiswi di Kampus STIHSA Banjarmasin beredar luas di grup WhatsApp.

Banjarmasin, borneoinfonews.com – Sebuah dokumen yang mengatasnamakan laporan internal Polresta Banjarmasin terkait pengungkapan kasus kematian mahasiswi di Kampus STIHSA Banjarmasin beredar luas di sejumlah grup WhatsApp sejak Kamis (25/12/2025).

Dokumen tersebut memuat rincian identitas korban, terduga pelaku, barang bukti, hingga kronologi kejadian yang diklasifikasikan sebagai tindak pidana pembunuhan. Dalam dokumen itu, korban disebut berinisial ZD (20), mahasiswi asal Kabupaten Banjar, sementara pelaku ditulis berinisial MS (20).

Berdasarkan isi dokumen yang beredar, terduga pelaku disebut merupakan anggota Polri dan peristiwa bermula dari pertemuan antara pelaku dan korban di wilayah Kabupaten Banjar pada Selasa malam. Dokumen tersebut juga merinci dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia sebelum akhirnya ditinggalkan di depan Kampus STIHSA Banjarmasin pada Rabu dini hari.

Selain itu, dokumen tersebut mencantumkan sejumlah barang bukti yang diklaim telah diamankan penyidik, mulai dari telepon genggam, perhiasan milik korban, hingga kendaraan yang digunakan oleh terduga pelaku. Namun demikian, seluruh informasi tersebut hingga kini masih bersifat dokumen yang beredar dan belum disampaikan secara resmi kepada publik.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Adam Erwindi, menyampaikan bahwa Polresta Banjarmasin akan menggelar rilis resmi pengungkapan kasus tersebut pada Jumat (26/12/2025). Ia mengimbau masyarakat untuk menunggu keterangan resmi dan tidak menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum diverifikasi.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional, terbuka, dan transparan, serta meminta masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan demi menjaga kondusivitas dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya. (bin/rasyad)

Berikut scrensoot dokumen yang tersebar di grup-grup whatsapp:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *