BANJARBARU, borneoinfonews.com – Semangat olahraga anak usia dini mewarnai pelaksanaan Happy Race Pusbike 2026 yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan bersama komunitas Barbados di Halaman GOR Babussalam, Banjarbaru, Sabtu (15/8/2026).
Ajang pushbike berskala nasional tersebut mendapat sambutan antusias. Sebanyak 165 peserta ambil bagian dengan peserta berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Tengah.
Pushbike Jadi Ruang Bentuk Karakter
Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Menurutnya, olahraga pushbike juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Ia menjelaskan, usia dua hingga enam tahun merupakan masa penting dalam perkembangan anak. Pada fase tersebut, olahraga dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik, keseimbangan, keberanian, serta mental anak dalam menghadapi kompetisi.
“Pushbike bukan tujuan akhir. Pushbike adalah gerbang. Dan yang dibawa keluar dari gerbang ini bukan piala, tapi karakter,” ujarnya.
Menurut Pebriadin, kemenangan dan kekalahan dalam sebuah pertandingan merupakan bagian dari proses belajar. Karena itu, orang tua diminta memberikan pendampingan yang tepat kepada anak ketika menghadapi hasil perlombaan.
“Ketika anak-anak kita kalah, ketika mereka kecewa, ketika mereka menangis, dampingi mereka. Tugas kita bukan melindungi anak-anak dari kekecewaan, tetapi mendampingi mereka melewati kekecewaan itu sampai menjadi pribadi yang lebih kuat,” katanya.

Peserta Lampaui Target
Dispora Kalsel, lanjut Pebriadin, akan terus mendorong pembinaan olahraga usia dini sebagai investasi jangka panjang.
Pembinaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membangun sikap sportif, disiplin, percaya diri, dan ketangguhan sejak anak-anak.
“Kami berharap ajang ini terus tumbuh, terus dilanjutkan, dan menjadi agenda yang ditunggu setiap tahunnya,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Barbados Happy Race 2026 Wahyu Damanik mengungkapkan jumlah peserta tahun ini melampaui target panitia.
“Total peserta sekitar 165 orang. Awalnya target kami sekitar 125 peserta, ternyata jauh melebihi target,” ungkap Wahyu.
Peserta tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan. Kompetisi tersebut juga diikuti peserta dari Balikpapan, Kalimantan Timur, serta sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, seperti Muara Teweh dan Palangka Raya.
Dibagi 13 Kelas

Meski dibuka dengan skala nasional, Wahyu menyebut tahun ini belum terdapat peserta dari Pulau Jawa.
Untuk memberikan ruang kompetisi sesuai usia dan kategori peserta, panitia membagi perlombaan ke dalam sekitar 13 kelas.
Kategori tersebut meliputi boys, girls, mix, top class, hingga legend yang disusun berdasarkan tahun kelahiran peserta.
Antusiasme peserta diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan olahraga pushbike di Kalimantan Selatan sekaligus membangun budaya kompetisi yang sehat bagi anak-anak sejak usia dini.
Melalui Happy Race Pusbike 2026, olahraga tidak hanya menjadi sarana mengejar kemenangan. Lebih dari itu, arena pertandingan menjadi ruang bagi anak untuk belajar percaya diri, berani menghadapi tantangan, menghargai lawan, serta tumbuh menjadi pribadi yang sportif dan tangguh.
(bin/mc)
