Site visit memperlihatkan langsung proses perbaikan Unit 3 PLTU Asam-Asam. Meski mengakui pekerjaan berlangsung, Aliansi Masyarakat Kalimantan Selatan Bersatu menegaskan pengawasan tetap dilakukan hingga sistem kelistrikan kembali normal.
TANAH LAUT, borneoinfonews.com – PT PLN (Persero) membuka akses kepada perwakilan media, organisasi masyarakat, LSM, dan para pemangku kepentingan untuk melihat langsung proses perbaikan gangguan di UBP PLTU Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (30/7/2026). Dalam kegiatan site visit tersebut, peserta diajak meninjau area generator yang mengalami gangguan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai progres pekerjaan yang tengah berlangsung.
PLTU Asam-Asam yang berada di Desa Simpang Empat Sungai Baru, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, merupakan salah satu pembangkit utama pemasok listrik bagi sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Karena itu, gangguan pada salah satu unit pembangkit berdampak terhadap keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Senior Manager UBP PLTU Asam-Asam, Fajar Pamujianto, menjelaskan komponen yang sedang diperbaiki merupakan stator winding generator, yakni bagian generator yang menjadi sumber awal gangguan pada Unit 3.
“Yang sedang dilihat secara utuh ini adalah stator winding generator. Inilah bagian yang terdampak dari gangguan atau menjadi penyebab awal gangguan yang ada di unit kami,” ujar Fajar.
Ia mengatakan saat ini hanya Unit 3 yang mengalami gangguan dengan kapasitas 54 megawatt (MW).
“Yang terganggu sekarang hanya satu unit, yaitu Unit 3 dengan kapasitas 54 MW,” katanya.
Saat ditanya mengenai wilayah yang terdampak akibat berkurangnya pasokan listrik dari pembangkit tersebut, Fajar menegaskan hal itu merupakan kewenangan pengelola sistem kelistrikan.
“Untuk seberapa luas atau berapa banyak potensi pemadaman di sisi pelanggan bukan menjadi kapasitas kami untuk menjelaskan. Tanggung jawab kami adalah menyediakan energi listrik,” jelasnya.

Fajar menambahkan, secara keseluruhan PLTU Asam-Asam memiliki enam unit pembangkit. Selain Unit 3 yang mengalami gangguan, Unit 2 juga sedang menjalani pemeliharaan.
Menurutnya, kebutuhan suku cadang untuk pekerjaan perbaikan telah tersedia sehingga proses pemulihan dapat langsung dilaksanakan.
“Spare part alhamdulillah sudah tersedia, sehingga hanya dilakukan treatment dan pemasangan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
PLTU Asam-Asam menargetkan pekerjaan perbaikan selesai pada 25 Agustus 2026.
“Kami jadwalkan pekerjaan perbaikan ini akan diselesaikan tanggal 25 Agustus. Mohon doa seluruh masyarakat Kalimantan Selatan agar langkah-langkah percepatan yang kami lakukan berjalan lancar. Tim kami bekerja 24 jam untuk mempercepat proses perbaikan,” katanya.
Usai melakukan peninjauan langsung, peserta site visit yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Selatan Bersatu menyampaikan pernyataan sikap di depan Kantor UBP PLTU Asam-Asam.
Sembari membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Wahana PR PLN”, aliansi menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan sistem kelistrikan hingga benar-benar kembali normal.
Koordinator aksi, M. Ramadhan Syarif, mengatakan pihaknya telah melihat langsung kondisi di lapangan dan mengakui proses perbaikan memang sedang berlangsung.
“Hari ini kami melakukan site visit dan melihat langsung proses perbaikan di PLN. Memang benar terjadi, apa adanya kami melihat secara langsung terkait perbaikannya. Namun walaupun ada perbaikan, kami tidak sepenuhnya mengiyakan kepada PLN. Kami mendukung penuh aksi perbaikannya, namun tetap kami kawal sampai benar-benar selesai dan sistem kembali normal,” ujarnya.

Baca Juga: Aliansi Tegaskan Tujuh Tuntutan kepada PLN Meski Perbaikan PLTU Asam-Asam Berjalan
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Jenderal Lapangan, aliansi menyampaikan tujuh poin hasil site visit. Mereka menegaskan kunjungan dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial yang independen, mengakui adanya proses perbaikan di lapangan, namun meminta PLN bertanggung jawab memulihkan pelayanan kelistrikan secara menyeluruh.
Aliansi juga menegaskan target normalisasi sistem pada 25 Agustus 2026 merupakan komitmen yang disampaikan PLN kepada publik. Karena itu, PLN didesak bekerja secara maksimal, profesional, transparan, dan akuntabel serta memberikan perkembangan perbaikan secara berkala agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Selain itu, aliansi menegaskan hasil kunjungan tidak mengurangi independensi sikap mereka. Apabila target penyelesaian tidak tercapai tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, mereka akan meminta evaluasi menyeluruh terhadap penanganan gangguan sekaligus mendorong adanya pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.
Menutup kegiatan tersebut, Aliansi Masyarakat Kalimantan Selatan Bersatu menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Kami akan terus melakukan pengawasan secara kritis, objektif, dan independen terhadap proses pemulihan sistem kelistrikan. Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan kelalaian, ketidakterbukaan, atau penyimpangan yang merugikan masyarakat, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah proporsional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian pernyataan yang dibacakan di akhir kegiatan. (bin/rasyad)
